Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tim SAR Sisir Perairan Kelan-Tanah Lot Cari 2 Nelayan yang Hilang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dua orang nelayan hilang saat melaut dari Perairan Kelan hendak menuju sebelah selatan Tanah Lot. Mereka berangkat pada hari Minggu (4/10/2020) sekitar pukul 16.00 WITA untuk menjaring ikan tongkol.
Pencarian oleh tim SAR gabungan memasuki hari ke-2, setelah kemarin malam 2 buah jukung nelayan setempat bergerak melakukan penyisiran, namun hasilnya nihil.
"Informasi awal kami terima kemarin Senin sekitar pukul 17.20 WITA dari bapak Nyoman, Polair Kedonganan," jelas Gede Darmada, S.E., M.AP. selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Diketahui identitas kedua nelayan tersebut bernama Heri Widodo (38) dan Diki (21) yang tinggal di Jalan Kecubung Lingkungan Kelan Abian Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Menurut informasi dari pemilik jukung, Nyoman Sudiarta bahwa ciri-ciri jukung yang hilang bertuliskan ARMADA berwarna putih dengan panjang 11 meter dan lebar 120 cm, serta menempel 2 buah mesin.
Hari ini tim SAR gabungan mengerahkan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB) melakukan pencarian di sekitar perairan yang biasa dilalui korban saat melaut.
Darmada memberikan keterangan terkait SRU yang terlibat diantaranya Basarnas Bali, Dit Polair Polda Bali, Dit Samapta Polda Bali, Pos AL Badung, Pos Polair Kedonganan, SAI Rescue Relindo, Senkom, kelompok nelayan setempat dan pihak keluarga.
Fokus pencarian pada operasi SAR hari kedua berada di sekitar perairan Kelan-Tanah Lot. Luas areanya untuk penyisiran RIB kurang lebih 17.4 NM², dengan metode pencarian pararel search. Sementara luas area penyisiran SRU yang menggunakan rubber boat sekitar 10.8 NM².
Di tempat berbeda, SRU darat posisi berada di Kelan untuk berkoordinasi dengan nelayan setempat dan selanjutnya melakukan pemantauan ke arah barat dan selatan.
"Hasil koordinasi tadi dengan kelompok nelayan Kelan, akan ada upaya pencarian dari mereka nanti pada pukul 09.00 WITA," ujar Darmada.
Menurut Darmada kondisi cuaca hari-hari terakhir ini memang tidak baik. Bahkan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sejak 3 Oktober 2020.
Pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La-Nina sedang berkembang. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya.
"Kondisi tingginya curah hujan diperkirakan akan terjadi hingga bulan Oktober, maka kami menghimbau agar berhati-hati saat beraktifitas di perairan, dan selalu lengkapi alat keselamatan diri seperti misalnya berupa life jaket atau media pelampung," ungkapnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan