Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Aksi Demo Ricuh, Kepala AWK Kena Pukul
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi demo yang memprotes salah satu anggota DPD RI Dapil Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK pada Rabu (28/10/2020) berakhir dengan aksi ricuh dimana sejumlah massa memukul kepalanya.
Awalnya AWK sejak jam 12.00 WITA telah siap menerima massa di ruang rapat dalam gedung DPD Dapil Bali yang bertempat di jalan Cok Tresna Renon, Denpasar. Massa sempat berorasi di luar pagar dan dipersilakan masuk ke Kantor DPD RI untuk berdialog dengan AWK. Namun dialog yang ditawarkan AWK ditolak dan massa tetap berorasi.
Akhirnya AWK turun ke halaman dan memersilakan pendemo masuk ke kantor. Namun hal yang tidak terduga terjadi kericuhan hingga sejumlah pendemo dan melakukan pemukulan terhadap AWK.
"Karena aspirasi sebagai anggota DPD harus dengan mediasi dan dialog. Kemudian saya lihat sudah keterlaluan sudah melakukan penghinaan maka saya berinisiatif untuk menemui langsung untuk mengajak berdialog, tetapi mereka tetap menolak, dan 2 atau tiga orang malah menganiaya bahkan memukul kepala saya," ungkapnya usai insiden tersebut.
Kepada wartawan, AWK mengatakan tidak mengetahui perihal aksi demonstrasi yang dilakukan terhadapnya. Namun hal ini, menurutnya sudah melanggar undang-undang dan anarkis. Ia mempertanyakan jika hal serupa terjadi dengan anggota DPD yang lain.
Setelah kejadian AWK berupaya melaporkan hal tersebut ke Polda Bali dan melakukan visum terkait penganiayaan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan