Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Remaja di Gianyar Tewas di Tempat Usai Tabrak Tembok
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kecelakaan tunggal merenggut nyawa terjadi di tikungan jalan Sawo, Banjar Pacung, Kelurahan Gianyar, Minggu (1/11) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korbannya seorang remaja I Putu Satria Mahendra, 16, asal Banjar Siladan, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar. Informasi dihimpun, korban yang masih berstatus pelajar ini menabrak tembok dan pintu rumah. Korban yang tidak mengenakan helm ini pun terkapar dan meninggal dunia dengan cedera kepala berat (CKB).
Awalnya korban mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasi datang dari arah utara menuju ke selatan. Setibanya di TKP pada jalan tikungan ke kanan, korban tidak bisa mengusai kendaraannya kemudian bergerak lurus sehingga menabrak tembok atau pintu rumah di sebelah timur jalan.
Kanit laka Polres Gianyar, Aiptu I Wayan Kariawan, saat di konfirmasi Senin (2/11) membenarkan kejadian tersebut. "Kecelakaan tunggal, karena pengendara sepeda motor ini tidak melihat jalan menikung. Justru tetap melaju lurus hingga akhirnya menabrak tembok," jelasnya.
Selain tidak pakai helm, korban yang asal Banjar Siladan, Desa Siangan ini juga tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK. Selain itu, korban juga mengendarai sepeda motor Honda Supra tanpa plat.
"Korban mengalami luka pendarahan telinga kanan dan kiri, Kepala belakang pecah. meninggal dunia di TKP. Setelah kejadian, jenazah dibawa ke RS Sanjiwani Gianyar," jelasnya.
Sementara sepeda motor mengalami kerusakan pada bagian depan. "Sepeda motornya ringsek bagian depan," imbuhnya.
Pascakejadian, polisi melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil kajian laka, selain jalan menikung, kemungkinan penyebab laka karena minimnya lampu penerang jalan di sekitar lokasi.
"Bahwa TKP adalah jalan tikungan ke kanan beraspal, datar, cuaca mendung, malam hari, gelap tidak ada penerangan jalan, daerah pemukiman," jelasnya.
Faktor lain, yakni sepeda motor yang dikendarai korban sudah dimodifikasi tidak sesuai dengan standar kelayakan berkendara.
"Kendaraan sudah dimodif dengan stang pengereman tidak standar, ban depan belakang gundul diduga ssebagai penyebab tidak berfungsi kendaraan dengan baik atau tidak laik jalan," jelasnya.
Dugaan paling fatal yakni korban masih di bawah umur, sehingga diduga belum mahir berkendara. "Tidak menggunakan helm diduga penyebab fatalitas luka pada korban," terang Kanit laka.
Perkiraan lain, dalam kondisi jalan gelap dan motor yang tak layak korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi. "Diduga kecepatan tinggi pada jalan menikung, sebab-sebab lain masih lidik," imbuhnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4622 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan