Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tingkat Kematian Mingguan Covid-19 di Bali Menurun 34,6%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali bersama 12 provinsi lainnya di Indonesia yang sebelumnya menyandang status prioritas tanggap pandemi Covid 19, saat ini perkembangan penanganannya berangsur - angsur menunjukkan hasil pemulihan yang membaik.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin selaku Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Provinsi Bali mengutip pernyataan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid–19 Pusat Prof. Wiku Adisasmito, dalam siaran persnya, Jumat (6/11).
Lebih jauh Made Rentin menjelaskan bahwa hasil evaluasi penanganan yang positif tersebut didasarkan pada kemampuan pengendalian penambahan kasus dan tingkat kematian mingguan. Dan untuk Bali sendiri pada perbandingan periode 19 - 25 Oktober 2020 vs 26 Oktober - 1 November 2020 berdasarkan data yang ada tingkat kematian mingguannya mengalami penurunan.
“Apresiasi diberikan pada provinsi yang berhasil menurunkan penambahan kasus dan kematian mingguan. Seperti Aceh (-67,5%), Riau (-32,6%) dan Bali (-32,5) berhasil menurunkan penambahan kasus positif. Sedangkan Jawa Barat (-65%), Bali (-34,6%) dan DKI Jakarta (-19,7%) berhasil menurunkan pertambahan angka kematian,” ujar Rentin.
"Data ini menunjukkan secara umum, 13 provinsi prioritas sudah mampu mengendalikan penambahan kasus positif mingguan. Namun hal yang masih menjadi tantangan besar adalah mengendalikan penambahan kasus kematian mingguan. Upayakan penanganan sejak dini pasien Covid-19, supaya potensi kesembuhan menjadi lebih tinggi," ungkapnya.
Di samping itu jika dilihat perkembangan kasus kumulatif sejak awal pandemi hingga saat ini, beberapa provinsi mengalami perkembangan yang bervariasi. Pada tren kasus kematian, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Aceh dan Sumatera Barat menunjukkan tren penurunan persentase kasus meninggal.
Sementara untuk Bali jika menilik dari medio 27 September yang semula hanya 2,97% menjadi 3,29% pada 1 November, tetap harus mendapat perhatian.
"Meskipun lebih banyak yang mengalami penurunan, namun tren kasus kematian tetap menjadi perhatian utama hingga tidak ada kematian sama sekali. Jadi Provinsi harus tetap meningkatkan angka testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) harian, karena merupakan solusi untuk menekan persentase kematian. Disamping juga masyarakat harus tetap waspada dan taat akan protokol kesehatan, serta dimohon segera memeriksakan diri jika mengalami gejala Covid-19, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan meningkatkan kesembuhan,” pungkas Rentin.
Ia juga menjelaskan data – data yang dialami provinsi - provinsi lainnya. Seperti beberapa provinsi yang mendapat catatan karena terjadi peningkatan jumlah kasus dalam perbandingan 19 - 25 Oktober 2020 vs 26 Oktober - 1 November 2020. Dilihat dari kasus positif ada 3 provinsi yang mengalami kenaikan. Yaitu Papua naik 8,2%, Sumatera Barat naik 7,8% dan Sumatera Utara naik 2,9%.
Pada perbandingan kasus kematian kondisinya cukup memprihatinkan karena ada 6 provinsi mengalami kenaikan angka kematian. Kenaikan sangat tajam berada di Papua dengan kenaikan mencapai 350%, diikuti Sulawesi Selatan naik 120%, Kalimantan Timur naik 27,3%, Sumatera Utara naik 17,6%, Aceh naik 5,6% dan Sumatera Barat naik 2,7%.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan