Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tingkat Kematian Mingguan Covid-19 di Bali Menurun 34,6%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali bersama 12 provinsi lainnya di Indonesia yang sebelumnya menyandang status prioritas tanggap pandemi Covid 19, saat ini perkembangan penanganannya berangsur - angsur menunjukkan hasil pemulihan yang membaik.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin selaku Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Provinsi Bali mengutip pernyataan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid–19 Pusat Prof. Wiku Adisasmito, dalam siaran persnya, Jumat (6/11).
Lebih jauh Made Rentin menjelaskan bahwa hasil evaluasi penanganan yang positif tersebut didasarkan pada kemampuan pengendalian penambahan kasus dan tingkat kematian mingguan. Dan untuk Bali sendiri pada perbandingan periode 19 - 25 Oktober 2020 vs 26 Oktober - 1 November 2020 berdasarkan data yang ada tingkat kematian mingguannya mengalami penurunan.
“Apresiasi diberikan pada provinsi yang berhasil menurunkan penambahan kasus dan kematian mingguan. Seperti Aceh (-67,5%), Riau (-32,6%) dan Bali (-32,5) berhasil menurunkan penambahan kasus positif. Sedangkan Jawa Barat (-65%), Bali (-34,6%) dan DKI Jakarta (-19,7%) berhasil menurunkan pertambahan angka kematian,” ujar Rentin.
"Data ini menunjukkan secara umum, 13 provinsi prioritas sudah mampu mengendalikan penambahan kasus positif mingguan. Namun hal yang masih menjadi tantangan besar adalah mengendalikan penambahan kasus kematian mingguan. Upayakan penanganan sejak dini pasien Covid-19, supaya potensi kesembuhan menjadi lebih tinggi," ungkapnya.
Di samping itu jika dilihat perkembangan kasus kumulatif sejak awal pandemi hingga saat ini, beberapa provinsi mengalami perkembangan yang bervariasi. Pada tren kasus kematian, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Aceh dan Sumatera Barat menunjukkan tren penurunan persentase kasus meninggal.
Sementara untuk Bali jika menilik dari medio 27 September yang semula hanya 2,97% menjadi 3,29% pada 1 November, tetap harus mendapat perhatian.
"Meskipun lebih banyak yang mengalami penurunan, namun tren kasus kematian tetap menjadi perhatian utama hingga tidak ada kematian sama sekali. Jadi Provinsi harus tetap meningkatkan angka testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) harian, karena merupakan solusi untuk menekan persentase kematian. Disamping juga masyarakat harus tetap waspada dan taat akan protokol kesehatan, serta dimohon segera memeriksakan diri jika mengalami gejala Covid-19, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan meningkatkan kesembuhan,” pungkas Rentin.
Ia juga menjelaskan data – data yang dialami provinsi - provinsi lainnya. Seperti beberapa provinsi yang mendapat catatan karena terjadi peningkatan jumlah kasus dalam perbandingan 19 - 25 Oktober 2020 vs 26 Oktober - 1 November 2020. Dilihat dari kasus positif ada 3 provinsi yang mengalami kenaikan. Yaitu Papua naik 8,2%, Sumatera Barat naik 7,8% dan Sumatera Utara naik 2,9%.
Pada perbandingan kasus kematian kondisinya cukup memprihatinkan karena ada 6 provinsi mengalami kenaikan angka kematian. Kenaikan sangat tajam berada di Papua dengan kenaikan mencapai 350%, diikuti Sulawesi Selatan naik 120%, Kalimantan Timur naik 27,3%, Sumatera Utara naik 17,6%, Aceh naik 5,6% dan Sumatera Barat naik 2,7%.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan