Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kampanye STOP Pneumonia Melalui Posyandu Keluarga

Jumat, 13 November 2020, 22:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap mengkampanyekan strategi gerakan STOP Pneumonia pada anak, meski pandemi Covid-19 tengah melanda dan membatasi gerak semua pihak. 

Kampanye tersebut dilakukan dengan strategi menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, melalui Posyandu Keluarga yang menjadi program unggulan provinsi NTB.

STOP Pneumonia adalah merupakan akronim dari gerakan ASI eksklusif selama enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai dua tahun, tuntaskan imunisasi untuk anak, Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit, dan Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih serta sehat. 

Jumlah kasus pneumonia di NTB selama tahun 2019 sebanyak 22.413 kasus. Dengan rincian 12 162 pada balita laki-laki, dan 10.251 pada balita perempuan.

"Selain mengkampanyekan protokol kesehatan Covid-19, kami tim PKK NTB juga mengkampanyekan STOP Pneumonia melalui program unggulan kami yakni Posyandu keluarga," kata Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hajah Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber dalam acara memperingati hari Pneumonia International secara daring di Pendopo Gubernur, Kamis (12/11).   

Selain mengkampanyekan STOP Pneumonia, yang dilakukan Tim PKK  adalah pembinaan Prilaku Hidup Bersih  dan Sehat ( PHBS) di 50 Desa Prioritas PKK di provinsi NTB yang bertujuan untuk memotivasi keluarga untuk terus ber-PHBS. Pelatihan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam PHBS di keluarga. 

Lomba PHBS di Kabupaten/kota bertujuan memotivasi pelaksanaan PHBS di desa. Pembinaan  PHBS di sekolah untuk memotivasi siswa, guru, agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan PHBS di sekolah.

Dalam acara yang diprakarsai 'Save the Children Indonesia' secara daring ini, juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Par orang tua anak penyintas pneumonia se-Indonesia, serta perwakilan TP-PKK se-Indonesia dan stakeholder terkait.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Kominfo NTB



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami