Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kampanye STOP Pneumonia Melalui Posyandu Keluarga
BERITABALI.COM, NTB.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap mengkampanyekan strategi gerakan STOP Pneumonia pada anak, meski pandemi Covid-19 tengah melanda dan membatasi gerak semua pihak.
Kampanye tersebut dilakukan dengan strategi menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, melalui Posyandu Keluarga yang menjadi program unggulan provinsi NTB.
STOP Pneumonia adalah merupakan akronim dari gerakan ASI eksklusif selama enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai dua tahun, tuntaskan imunisasi untuk anak, Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit, dan Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih serta sehat.
Jumlah kasus pneumonia di NTB selama tahun 2019 sebanyak 22.413 kasus. Dengan rincian 12 162 pada balita laki-laki, dan 10.251 pada balita perempuan.
"Selain mengkampanyekan protokol kesehatan Covid-19, kami tim PKK NTB juga mengkampanyekan STOP Pneumonia melalui program unggulan kami yakni Posyandu keluarga," kata Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hajah Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber dalam acara memperingati hari Pneumonia International secara daring di Pendopo Gubernur, Kamis (12/11).
Selain mengkampanyekan STOP Pneumonia, yang dilakukan Tim PKK adalah pembinaan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) di 50 Desa Prioritas PKK di provinsi NTB yang bertujuan untuk memotivasi keluarga untuk terus ber-PHBS. Pelatihan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam PHBS di keluarga.
Lomba PHBS di Kabupaten/kota bertujuan memotivasi pelaksanaan PHBS di desa. Pembinaan PHBS di sekolah untuk memotivasi siswa, guru, agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan PHBS di sekolah.
Dalam acara yang diprakarsai 'Save the Children Indonesia' secara daring ini, juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Par orang tua anak penyintas pneumonia se-Indonesia, serta perwakilan TP-PKK se-Indonesia dan stakeholder terkait.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan