Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Lulut Emas Muncul di Pekarangan Rumah Warga Sidemen
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lulut emas, hewan menyerupai cacing bergerombolan berwarna kuning keemasan muncul di pekarangan rumah salah satu warga Desa Sinduwati, Sidemen, Karangasem pada Rabu (25/11/2020) pagi.
Berdasarkan penurutan dari pemilik rumah, lulut emas tersebut pertama kali diketahui muncul pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WITA di areal pekarangan rumahnya.
"Kemarin pagi sekitar pukul 06.00 WITA, munculnya di tengah pekarangan tepat di depan Pelinggih Penunggu Karang," begitu kata Komang selaku pemilik rumah yang enggan menyebutkan nama lengkapnya pada Kamis (26/11/2020).
Lanjutnya, setelah kemunculan lulut emas tersebut atas berbagai pertimbangan lulut tersebut kemudian dibuatkan "segehan brumbun" lalu disapu dan dibuang ke aliran sungai. Komang sendiri mengaku tidak mendapat firasat apapun atas kemunculan lulut emas tersebut di pekarangan rumahnya. Hanya saja ia sempat bertanya kepada tokoh spiritual dan disarankan untuk melaksanakan pecaruan di pekarangan rumahnya.
Sementara itu, terkait kemunculan "lulut mas", menurut berbagai sumber menyebutkan bahwa munculnya lulut banyak dikaitkan sebagai pertanda bahwa di areal pekarangan rumah tersebut perlu dilaksanakan semacam upacara pecaruan.
Bahkan tak jarang kemunculan lulut juga dianggap sebagai pertanda bahwa akan terjadi sesuatu sehingga perlu dilakukan semacam upacara pecaruan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun