Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Tangkap Dua Penggali Kubur di Setra Desa Adat Serangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga memergoki dua penggali kubur, Mardianto (29) dan FS sedang berada di Setra (kuburan) di Desa Adat Serangan Denpasar Selatan, Rabu (23/12/2020). Namun saat penggerebekan berlangsung, warga menangkap Mardianto sedangkan FS berhasil melarikan diri.
Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini diduga maling khusus uang kepeng di dalam kuburan. Dalam kasus ini Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi.
Saksi mengatakan pas kejadian dia sedang bekerja di proyek ICRG Serangan, tepatnya di depan Pura Susunan Wadon.
Saksi kemudian diberitahu oleh warga bahwa di kuburan ada dua orang laki-laki yang melakukan penggalian kuburan.
Atas informasi tersebut, saksi bersama para pekerja ICRG langsung menuju TKP.
"Mereka mengintip dan benar ada dua orang sedang menggali kuburan," ujar sumber, Rabu (23/12/2020).
Warga yang memergoki berusaha menangkap namun kedua pelaku langsung melarikan diri. Para warga terus mengejar hingga berhasil menangkap Mardianto di belakang Depo Sampah Serangan.
"Tersangka Mardianto berhasil ditangkap tapi satu pelaku lagi FS kabur," ujar sumber.
Selanjutnya tersangka Mardianto langsung diserahkan ke Pos Polair Serangan.
"Selain mengamankan tersangka juga diamankan barang bukti berupa sepeda motor, 20 keping uang kepeng, tas, magnet dan dua sabit," kata sumber lagi.
Terkait penangkapan maling ini, Kanitreskrim Polsek Densel AKP Hadimastika belum memberikan keterangan resmi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan