Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ahli Forensik RS Sanglah Jawab Dugaan Pemerkosaan Karyawati Bank
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sudah 3 hari berlalu, kasus tewasnya karyawati Bank Mandiri Kuta, Ni Putu Widiastiti (25) belum bisa diungkap jajaran Polresta Denpasar.
Wanita berusia 24 tahun itu sebelumnya ditemukan tewas dengan 25 tusukan di kamar rumahnya di Jalan Kerta Negara, gang Widura nomor 24 Denpasar Utara, Senin (28/12/2020) pagi.
Ada kabar menarik dari hasil penyelidikan kematian korban. Dimana, tim medis RSUP Sanglah Denpasar tidak bisa melakukan otopsi karena jasad korban dinyatakan terpapar covid-19.
Konsultan Forensik Klinik RSUP Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit menyampaikan, pihaknya menerima jenazah sekira pukul 12.40 WITA. Hasil pemeriksaan luar, korban diperkirakan meninggal kurang lebih 8 jam sebelum sampai RSUP Sanglah.
"Berdasarkan hasil visum, terdapat 32 luka di tubuhnya, 25 luka karena tusukan senjata tajam pada leher, dada dan punggung serta luka menganga pada telapak tangan diduga karena melakukan perlawanan," ujar dr. Alit.
Terkait autopsi, dr. Alit menjelaskan, di masa pandemi ini aturannya harus terlebih dahulu dilakukan swab test PCR. Apabila negatif, maka langsung dilakukan autopsi. Sebaliknya apabila positif, maka harus menunggu setelah sepuluh hari.
Bagaimana dengan dugaan pemerkosaan? dr. Alit mengungkapkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya ceceran sperma. Namun, untuk memastikan, harus menunggu hasil autopsi.
Hal itu dibenarkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan di mapolda Bali, Rabu (30/12/2020).
"Ya tidak bisa dilakukan otopsi karena dari hasil swab korban kena covid-19. Tim medis hanya bisa dilakukan otopsi luar," kata Kombes Jansen.
Meski demikian, dari hasil visum sudah bisa dipastikan penyebab kematian korban karena luka tusukan di bagian dada dan leher," ungkapnya.
Ia kembali menerangkan, terungkapnya korban kena covid-19, setelah jasad korban di swab dan dievakusi ke RSUP Sanglah Denpasar. Setelah jasad korban dinyatakan positif covid-19, tim medis juga melakukan swab test ke pacar korban.
Jadi, sebelum korban ditemukan tewas keduanya sempat bertemu. Sehingga terhadap pacar korban juga perlu dilakukan test swab.
"Pacarnya juga diswab, hasilnya 2 sampai 3 hari baru keluar," ungkapnya.
Tak hanya memeriksa saksi-saksi, penyidik juga telah memeriksa rekaman CCTV dan menelusuri percakapan di HP korban.
"Masih dalam penyelidikan. Semoga cepat terungkap," tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan