Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Apa Itu P-Flour Fori, Jenis Narkoba Baru yang Dikonsumsi Selebgram S?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selegram cantik asal Jakarta berinisial S (23) ditangkap saat sedang pesta narkoba jenis baru yang berbahaya yakni P-Flour Fori di sebuah villa di Jalan Batubelig, Badung, Rabu (6/1/2021).
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan narkoba jenis P-Flour Fori merupakan narkoba yang terdaftar dalam Kementerian Kesehatan dengam nomot 138. Dimana narkoba jenis ini sangat berbahaya bila dikonsumsi berbeda dari jenis narkoba lainnya.
"Efek dari narkoba ini lebih berbahaya dari jenis narkoba lainnya," tegasnya, Senin (25/1/2021). Lebih jauh, apa itu jenis narkoba P-Flouro Fori? Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, P-Fluor Fori merupakan daftar narkotika golongan I.
Rantai ilmiah narkotika itu adalah 4‘-fluoro-N-(1-fenetil-4piperidil) propionanilida. Dilansir dari situs laboratorium.bnn.go.id, narkotika itu jenisnya adalah synthetic canabinoid. Bentuk narkotika itu berupa kaplet dan butiran bulat. Efek dari mengonsumsi obat haram itu adalah halusinogen dan efek cannabionid toxic. Aviatus mengatakan S membeli obat itu dari dari seorang yang biasa dipanggil 'bli'. Dia membeli satu butirnya Rp 650 ribu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun