Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Lompat ke Sungai Bengawan Solo, Jasad Devi Dua Hari Tak Kunjung Ketemu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Memasuki hari ke-2 semenjak kejadian pada minggu (24/1/2021) pukul 6 sore, seorang perempuan pelaku bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan Ngunengan ke Sungai Bengawan Solo belum juga ditemukan.
Diketahui pelaku bernama Avia Devi Kristianingrum (37), warga Mulyorejo Kelurahan Karangtengah, Kabupaten Ngawi yang berkerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup RSUD Soeroto Ngawi.
"Benar bahwa Devi adalah pegawai kami, bertugas sebagai administrasi," terang Agus Priyambodo Dirut RSUD Soeroto Ngawi sebagaimana dilansir dari Suaraindonesia.co.id (jaringan Suara.com).
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terus dilakukan di sepanjang sungai Bengawan Solo dengan menurunkan puluhan Tim SAR, TNI dan Polri juga relawan gabungan.
"Hingga saat ini akan terus dilanjutkan pencarian," kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Senin (25/1/2021).
Wayan Winaya menambahkan pelaku meninggalkan sepeda motor Honda Vario berwarna biru di sekitar jembatan dan kini telah kami amankan.
"Dari nopol motor milik pelaku kita ketahui identitasnya, mudah mudahan segera ditemukan," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun