Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putus Penyebaran Covid-19, Bupati Buleleng Ajak Masyarakat Tidak Takut Divaksin
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng, Bali Putu Agus Suradnyana meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak takut divaksin. Ini diperlukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui usai memantau jalannya vaksinasi Covid-19 untuk anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipusatkan di RSUD Buleleng, Rabu (27/1).
Agus Suradnyana mengatakan jika persyaratan sudah terpenuhi, masyarakat diharapkan mau dan segera mengikuti vaksinasi. Jika waktu sudah tersedia dan sudah terdaftar serta memenuhi syarat, masyarakat agar melaksanakan vaksinasi. Termasuk persyaratan usia di bawah 60 tahun. Vaksinasi tersebut diperlukan agar pemutusan rantai penyebaran Covid-19 dapat cepat tuntas.
“Selain itu, agar pandemi ini cepat berakhir dan kita bisa beraktivitas normal kembali,” katanya. Ia mengakui sangat ingin untuk divaksin. Namun, kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk menerima vaksin hari ini. Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini bersama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna tidak lolos screening awal. Itu disebabkan karena tekanan darahnya masih tinggi. Sehingga tidak diizinkan menerima vaksin. Jika kondisinya sudah normal, dirinya akan mengikuti program vaksinasi.
“Paginya saya sudah ukur tensi (tekanan darah) saya masih 170. Kalau sudah normal saya pasti menerima vaksin. Dalam waktu dekat. Jika dalam tiga hari sudah normal, hari itu juga saya divaksin,” ujar Agus Suradnyana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa menjadi salah satu pejabat yang sudah menerima vaksin. Saat dikonfirmasi, Suyasa mengungkapkan tidak ada efek ikutan setelah disuntikkan vaksin. Observasi pun telah dilakukan terhadapnya selama 30 menit setelah penyuntikan. Hasilnya, tidak ada efek apapun yang dirasakan.
“Saya hanya merasakan seperti dicubit saat penyuntikan. Setelah itu, tidak merasakan apa-apa. Ya saya berharap tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ungkapnya.
Senada dengan Bupati Buleleng, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) ini juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu terhadap vaksin ini. Yakinkan diri bahwa vaksinasi ini merupakan cara yang tepat dari pemerintah untuk mencegah ataupun memutus penularan Covid-19.
“Mulainya serentak di seluruh fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Dimulai dari jam delapan pagi. Khusus untuk pejabat ini dimulai jam sembilan pagi. Tidak memerlukan waktu lama. Penyuntikan hanya beberapa detik. Observasi yang memerlukan waktu 30 menit,” pungkas Suyasa.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan