Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kakek 60 Tahun Cabuli Bocah Perempuan 4 Tahun di Perahu
BERITABALI.COM, NTB.
HS (60 tahun), warga Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat diduga mencabuli anak usia empat tahun bernama Bunga (nama samaran). Kekerasan seksual yang dialami bocah perempuan itu terjadi sekitar pukul 12.10 WITA Senin (7/11) lalu.
Kasubbag Humas Polres Bima Kota, Ipda Ridwan menuturkan, awalnya pelaku HS bersama korban dan MF mengantarkan Is ke rumahnya di Kecamatan Rasanae Barat. Setelah itu mereka mampir di salah satu warung warga.
"Pelaku memberikan uang kepada korban Rp2 ribu. Korban membeli jajan dengan uang itu," ujar IPDA Ridwan.
Setelah itu pelaku mengajak korban dan teman lelaki korban ke perahunya yang berada di Amahami. Sesampainya di perahu pelaku bertemu dengan SA yang akan mencuci pakaian di sekitar perahu.
"Saat di dalam perahu dan setelah bermain-main dengan korban dan MF tertidur di ujung perahu," ungkapnya.
Saat itu SA yang menjemur pakaian hanya melihat MF yang tertidur di ujung perahu. Sedangkan korban dan pelaku tidak terlihat di dalam perahu. Setelah menjemur SA pun tidur di salah satu gerobak jualan milik warga.
"Saat itulah tersangka mencabuli korban di dalam perahu," terangnya.
Perbuatan sang kakek diketahui keluarga korban. Lalu melaporkan ke Polres hari itu juga. Pelaku HS ditetapkan sebagai tersangka 2 Februari lalu dan ditahan pada 13 Februari.
"Pelaku saat ini sudah ditahan di Polres," terang IPDA Ridwan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan