Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ditinggal Istri, Pria Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, NTB.
Diduga alami depresi karena ditinggal istrinya, seorang pria berinisial A (31 tahun) tahun warga Pujut, Lombok Tengah ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung.
Kapolsek Pujut, IPTU Lalu Abdurrahman membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan ada warga meninggal karena gantung diri, personelnya langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP, Kamis (4/3). Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab A memilih gantung diri.
"Benar, korban A diduga meninggal gantung diri karena depresi," kata Kapolsek, dalam keterangan tertulis, Jumat, (5/3).
Lalu Abdurrahman menyampaikan, berdasarkan keterangan keluarga dekat korban, A pertama kali ditemukan oleh anaknya yaitu Maher (9 tahun) dan Murlasih (60 tahun) ibu tiri korban. A diceritakan memiliki masalah pribadi dengan istrinya, diketahui korban A baru seminggu ditinggal istri.
"Dari keterangan keluarga, si korban ada masalah pribadi dengan istrinya. Karena tidak lama ini korban ditinggal pergi oleh sang istri," jelasnya.
Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan, bahwa pihak keluarga sepenuhnya menerima musibah yang menimpa A dan menolak untuk dilakukan otopsi.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun