Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ratusan Ogoh-ogoh Ikuti Pameran Bkraf Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang Hari Suci Nyepi 1943 Saka/2021, Badan Kreatif (BKRAF) Denpasar yang bekerjasama dengan ST Tunas Muda, Sidakarya; ST Gemeh; ST Yowana Saka Bhuwana, Tainsiat; serta Komunitas Abinaya ITB STIKOM Bali menggelar Pameran Ogoh-ogoh.
Pameran yang dibuka Minggu (8/3/2021) dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2021 menampilkan ratusan karya hasil lomba yang sebelumnya digelar. Ratusan karya yang dipamerkan terdiri dari tiga kategori terkait seni pembuatan ogoh-ogoh. Kategori yang dimaksud adalah ogoh-ogoh mini sebanyak 50 buah, tapel ogoh-ogoh sebanyak 20 buah, dan sketsa ogoh-ogoh sebanyak 70 lembar.
Ketua Pelaksana Harian Bkraf Denpasar, I Putu Yuliartha, S.S., menerangkan, pameran tersebut dihadirkan untuk mengajak generasi muda untuk kembali menengok dan mengakrabi tradisi sebagai pijakan berkesenian mereka, seberapa pun jauhnya mereka mendalami seni kontemporer di era modern ini.
"Kita tahu, seni kontemporer adalah ujung terkini dari seni tradisi. Ibarat bentangan benang, seni kontemporer merupakan ujung dari bentangan benang merah perjalanan tradisi selama berabad-abad," katanya.
Jika ada seniman atau pekerja kreatif yang mengklaim seni kontemporer sebagai karyanya yang lahir tanpa mempelajari sama sekali seni tradisi, hal itu boleh dinyatakan sebagai karya kesenian yang ahistoris dengan pondasi yang rapuh.
"Seberapa pun megahnya, karya seni tersebut, ia akan mudah rubuh. Ia tak ubahnya istana megah yang dibangun di atas pasir. Ia akan segera runtuh begitu angin tren baru berembus kencang," ucapnya.
Berpijak pada kondisi itu, ia menilai bahwa sejauh apa pun seorang seniman mengarungi modernisasi, seni tradisi hendaknya selalu dikenali dan dipahami. Pengenalan dan pemahaman ini penting untuk mengembangkan kreativitas di masa depan, dengan pondasi kokoh dan teruji oleh zaman.
Terkait dengan pameran ogoh-ogoh yang digelar, ia memandang bahwa akar kesenian yang sangat digandrungi pemuda Bali ini adalah seni rupa, khususnya seni ukir topeng dan kriya.
"Pameran ini merupakan upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk mengenalkan tradisi pembuatan ogoh-ogoh yang akarnya berasal dari seni ukir topeng dan kriya," tegas Yuliartha.
Pihaknya pun berharap semoga upaya ini dapat menjembatani generasi muda untuk mulai mengenali dan mendalami tradisi leluhurnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2917 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2047 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun