Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Militer Myanmar Menuduh Aung San Suu Kyi Terima Suap Rp8,6 Miliar Dan Emas
beritabali.com/ist/suara.com/Militer Myanmar Menuduh Aung San Suu Kyi Terima Suap Rp8,6 Miliar Dan Emas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintahan militer Myanmar menuduh Aung San Suu Kyi menerima uang US$600.000 (Rp8,6 miliar) dan emas secara ilegal.
Ini tuduhan terkuat yang dijatuhkan militer sejak menggulingkan Suu Kyi dan pemerintahan demokratis negara itu pada 1 Februari.
Tidak ada bukti yang ditunjukkan militer untuk tuduhan ini.
Sementara itu, organisasi pemantau HAM Amnesty menuduh pemerintah melakukan "pembantaian".
Mereka mengatakan militer menggunakan persenjataan perang untuk menyerang para pengunjuk rasa yang tak bersenjata dan melancarkan pembunuhan terencana.
"Ini bukanlah tindakan petugas individu yang kewalahan dan membuat keputusan buruk," kata anggota Amnesty Joanne Mariner.
Baca juga:
Korban TPPO Asal Buleleng Dipaksa Jadi Scammer di Myanmar, Disiksa Jika Gagal Capai Target
"Ini adalah para komandan yang tidak menunjukkan penyesalan, dan telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan mereka dan metode pembunuhan secara terang-terangan," katanya.
Perkembangan terbaru unjuk rasa
Sedikitnya tujuh orang tewas di tangan aparat keamanan pada Kamis (11/03), menambah jumlah korban jiwa hingga lebih dari 60 orang.
Saksi mata mengatakan beberapa pengunjuk rasa ditembak di bagian kepala.
Enam kematian itu terjadi di kota Myaing.
Korban lainnya jatuh di distrik Dagon Utara, Yangon. Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Chit Min Thu meninggal setelah tertembak di bagian kepala.
"Tidak ada yang akan berdamai sampai situasi ini selesai. Mereka sangat kejam memperlakukan anak saya," kata ibunya, Hnin Malar Aung kepada kantor berita AFP.
Tuduhan terhadap Suu Kyi
Brigadir Jenderal Zaw Min Tun juga menuduh Presiden Win Myint dan beberapa menteri dalam kabinet melakukan korupsi.
Partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), menang telak dalam pemilihan tahun lalu, namun militer kini mengeklaim pemilihan tersebut curang.
Pengamat independen dari berbagai negara membantah klaim militer - menyatakan tidak ada penyimpangan yang ditemukan.
Suu Kyi telah ditahan selama lima pekan terakhir di tempat yang dirahasiakan dan menghadapi beberapa dakwaan termasuk "menyebabkan keresahan dan ketakutan", kepemilikan ilegal peralatan radio, dan melanggar pembatasan Covid-19.
Dakwaan menerima sesuatu secara ilegal yang dijatuhkan pada hari Kamis adalah yang paling serius sejauh ini.
Nilai emas yang dituduh militer ia terima secara ilegal kira-kira Rp9 miliar.
Myanmar telah diramaikan dengan unjuk rasa di jalanan sejak militer merebut kekuasaan dan menahan Suu Kyi. Gambarnya diusung oleh para pengunjuk rasa.
PBB, AS, dan banyak negara lain telah mengecam pembunuhan warga sipil dalam tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa anti kudeta di Myanmar, dan meminta otoritas untuk menahan diri.
Militer telah menepis kritik atas tindakannya, alih-alih menyalahkan Suu Kyi atas kekerasan yang terjadi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan