Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pandemi, Tradisi Omed-omedan di Sesetan Digelar Tanpa Penonton
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah situasi pandemi Covid-19, tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Sesetan Denpasar akan tetap digelar usai perayaan Hari Raya Nyepi itu pada Senin, 15 Maret 2021 hanya diikuti 3 pasangan dan tanpa penonton.
Kelian Adat Banjar Kaja, I Made Sudama mengatakan, keputusan itu ditetapkan setelah melakukan pembahasan dengan pihak adat.
"Berhubung pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk tahun 2021, Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOOF) ditiadakan. Akan tetapi untuk tradisi Omedan-omedan tetap diaksanakan, itupun sangat singkat karena kami lebih mengutamakan prosesi ritualnya seperti tahun sebelumnya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang sangat ketat," katanya di Denpasar, Kamis (11/03/21) dikutip dari Liputan6.com.
"Prosesinya hanya diikuti tiga pasangan, yakni 3 orang laki-laki dan 3 perempuan yang ditunjuk mengikuti prosesi," ujar dia.
Ia menyebut, selain tiga orang pasangan tadi, beberapa pihak juga dilibatkan di antaranya prajuru (pengurus) banjar, Kepala lingkungan, Jro mangku, anak sekaa truna (karang taruna) yang sudah dipilih, para penabuh yang terbatas, serta tenaga medis.
"Omed-omedan digelar di dalam banjar tepatnya di depan merajan banjar. "Kita tidak ingin terjadi cluster Covid-19 karena ini (omed-omed)," ujarnya.
Sudama melanjutkan, sebelum acara berlangsung para peserta akan dicek kondisi tubuhnya untuk memastikan kesehatan. Tradisi itu akan dikawal ketat dijaga pecalang dan dan pihak keamanan.
"Kami juga tidak ada mengundang karena acara ini tertutup untuk umum, bahkan warga banjar pun kami harapkan tidak datang menonton," ucap Sudama.
Sementara itu, pihaknya menekankan esensi ritual, tradisi yang dilakukan sehari setelah Nyepi saat Ngembak Geni itu digelar sebagai wujud tolak bala. Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, tradisi ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu. Bahkan dijadikan semacam gelaran festival.
"Ada kepercayaan di wilayah kami, bagaimana pun kondisinya harus tetap digelar, kami tidak berani meniadakannya," ucapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan