Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pandemi, Tradisi Omed-omedan di Sesetan Digelar Tanpa Penonton
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah situasi pandemi Covid-19, tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Sesetan Denpasar akan tetap digelar usai perayaan Hari Raya Nyepi itu pada Senin, 15 Maret 2021 hanya diikuti 3 pasangan dan tanpa penonton.
Kelian Adat Banjar Kaja, I Made Sudama mengatakan, keputusan itu ditetapkan setelah melakukan pembahasan dengan pihak adat.
"Berhubung pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk tahun 2021, Sesetan Heritage Omed-omedan Festival (SHOOF) ditiadakan. Akan tetapi untuk tradisi Omedan-omedan tetap diaksanakan, itupun sangat singkat karena kami lebih mengutamakan prosesi ritualnya seperti tahun sebelumnya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang sangat ketat," katanya di Denpasar, Kamis (11/03/21) dikutip dari Liputan6.com.
"Prosesinya hanya diikuti tiga pasangan, yakni 3 orang laki-laki dan 3 perempuan yang ditunjuk mengikuti prosesi," ujar dia.
Ia menyebut, selain tiga orang pasangan tadi, beberapa pihak juga dilibatkan di antaranya prajuru (pengurus) banjar, Kepala lingkungan, Jro mangku, anak sekaa truna (karang taruna) yang sudah dipilih, para penabuh yang terbatas, serta tenaga medis.
"Omed-omedan digelar di dalam banjar tepatnya di depan merajan banjar. "Kita tidak ingin terjadi cluster Covid-19 karena ini (omed-omed)," ujarnya.
Sudama melanjutkan, sebelum acara berlangsung para peserta akan dicek kondisi tubuhnya untuk memastikan kesehatan. Tradisi itu akan dikawal ketat dijaga pecalang dan dan pihak keamanan.
"Kami juga tidak ada mengundang karena acara ini tertutup untuk umum, bahkan warga banjar pun kami harapkan tidak datang menonton," ucap Sudama.
Sementara itu, pihaknya menekankan esensi ritual, tradisi yang dilakukan sehari setelah Nyepi saat Ngembak Geni itu digelar sebagai wujud tolak bala. Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, tradisi ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu. Bahkan dijadikan semacam gelaran festival.
"Ada kepercayaan di wilayah kami, bagaimana pun kondisinya harus tetap digelar, kami tidak berani meniadakannya," ucapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2035 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun