Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tulang Suku Tertua di Jawa Ditemukan di Gua Kabupaten Rembang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tulang belulang yang diduga dari manusia suku Jawa tertua ditemukan menempel pada dinding Gua misteris di Desa Bitingan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Tidak hanya satu, tulang belulang itu ditemukan di beberapa titik dalam gua.
Pegiat Sejarah sekaligus anggota yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB), Mohamad Al Mahdi mengatakan, dia bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah di Rembang.
“Suku Lingga sendiri merupakan suku tertua atau suku purba, yang telah ada jauh sebelum Majapahit berdiri. Suku Lingga dalam catatan sejarah Lasem berada di Bumi Lasem,” ujarnya di Rembang, Selasa (16/3/2021).
Dia menceritakan, pada mulanya Gua Temu Ireng itu ditemukan oleh warga desa setempat. Namun warga desa tidak mengetahui apa isi di dalam gua itu.
Mendapat informasi itu, dia bersama empat kawannya menuju ke lokasi tersebut untuk meneliti kemungkinan adanya peninggalan pra sejarah di gua itu.
Lantaran dari awal, laki-laki yang akrab disapa Koh Lam itu memang penasaran dengan peninggalan pra sejarah utamanya mengungkap keberadaan dari suku lingga.
“Saya memang tertarik dengan peninggalan sejarah yang mengungkap keberadaan suku lingga. Gua-gua di Lasem sudah saya teliti semua, tapi belum menemukan jejak suku lingga. Kemudian dapat info ada temuan gua di Bitingan saya coba untuk kesana,” jelasnya.
Benar saja, berjarak 10 meter dari mulut gua, Koh Lam menemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur.
Ukuran tulang itu bervariasi, ada yang sepanjang ruas jari, ada juga yang panjangnya hingga 40 cm.
Tulang belulang itu ditemukan di lima titik dinding gua. Dengan jarak antar temuan tulang kurang lebih 4-5 meter.
“Jadi setiap 5 meter ada lagi, jadi banyak sekali tulang-tulang yang menempel,” bebernya.
Koh Lam menjelaskan, dari ciri-cirinya, bersumber dari buku sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung, suku lingga memang tinggal di gua-gua yang berdinding kapur.
“Oleh karena itu, dugaan temuan tulang belulang itu mengarah kuat pada suku lingga,” imbuhnya.
Mengingat tanah pada dinding gua mengandung kapur, lanjut dia, tulang belulang yang menempel masih terlihat utuh. Hanya sedikit tulang yang sudah berubah menjadi fosil.
“Jadi proses penguraian tulangnya lama. Sebagian ada yang sudah menjadi fosil ada juga yang belum. Tapi kebanyakan masih berbentuk tulang utuh,” terangnya.
Dirinya menyebutkan, kedalaman gua itu masih belum bisa diketahui. Pasalnya di dalam Gua Temu Ireng itu terdapat sungai bawah tanah.
Atas temuan itu, Koh Lam telah melaporkannya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah dan Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.
Dia berharap temuan itu benar-benar merupakan tulang-tulang dari suku lingga.
“Semoga saja itu jejak dari suku lingga, misal bukan dari suku lingga namun suku yang lebih tua lagi itu malah bagus, bisa jadi temuan terbesar,” pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun