Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Duarr! Rumah Warga Hancur Tersambar Petir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Rumah Saturi (60) hancur tersambar petir. Beruntung, nyawa warga Dusun Krajan, Desa Sumber Katimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo itu selamat.
Dilansir dari Timesindonesia.co.id jaringan Suara.com, peristiwa itu terjadi Selasa (23/3/2021) malam. Kala itu, hujan deras disertai petir melanda kawasan tersebut.
Saturi tinggal bersama putranya, Danil (18) yang masih pelajar. Keduanya sedang menonton televisi saat hujan deras tersebut. Sesaat kemudian, duarrr!, petir menyambar rumahnya. Alhasil jendela, pintu, genteng dan perabotan hancur. Seisi rumah berantakan.
“Petir tiba-tiba menyambar dengan bunyi keras dan menghantam rumah saya. Saya kaget bukan main. Beruntung kami masih selamat dari peristiwa bencana ala mini,” kata Saturi, Rabu (24/3/2021).
Sementara, Kapolsek Krejengan, Iptu Yuliana mengatakan, pihaknya telah mengecek lokasi kejadian. Berdasar kronologi peristiwa itu, Ia mengimbau masyarakat untuk mematikan alat elekltronik, termasuk televisi saat hujan disertai petir.
“Kami langsung menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warga. setelah di lokasi ternyata benar rumah korban telah berantakan karena disambar petir,” katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun