Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pandemi, Tradisi Mekotek Tetap Dilaksanakan dengan Peserta Terbatas
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tradisi mekotek yang diyakini sebagai upaya penolak bala di Hari Raya Kuningan, Sabtu (24/4) di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung tetap dilaksanakan meskipun di tengah Pandemi.
"Kami tidak berani untuk tidak mengadakan. Karena ini berkaitan dengan keyakinan masyarakat Desa Adat Munggu bahwa tradisi mekotek sebagai penolak bala. Seperti 6 bulan yang lalu kami tetap melaksanakan dengan jumlah pengayah Mekotek yang sudah sangat jauh berkurang dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya," jelas Bendesa Adat Munggu, I Made Rai Sujana saat ditemui di kediamannya beberapa hari lalu.
Dikatakannya tradisi Mekotek pernah tidak dilaksanakan pada masa pemerintah kolonial Belanda karena saat itu, dikira akan melakukan pemberontakan oleh Belanda dengan menggunakan tombak. Selama tidak melaksanakan tradisi Mekotek saat itu, lanjutnya, masyarakat Desa Adat Munggu terserang wabah penyakit hingga banyak yang meninggal.
"Karena pernah terjadi demikian, sehingga kami tidak berani untuk meniadakan. Selama pandemi kami batasi peserta Mekoteknya, agar juga tidak melanggar surat edaran pemerintah tentang prokes," ujarnya.
Sejak pelaksanaan Mekotek saat di Hari Raya Kuningan sebelumnya koordinasi selalu dilakukan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Badung, Bupati Badung, Polres Badung, serta instansi terkait agar mendapatkan solusi terbaik dalam pelaksanaan Mekotek di masa Pandemi Covid-19 ini.
Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Desa Adat Munggu memutuskan tradisi Mekotek akhirnya hanya diikuti oleh pemuda pemudi di Desa Adat Munggu dari 12 banjar.
"Kami punya krama 1.130 KK dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa. Setiap tradisi seluruh masyarakat Desa Adat Munggu akan mengikuti tradisi Mekotek. Tapi sejak 6 bulan lalu, hanya pemuda pemudi saja untuk sementara ngayah. Mungkin ada sekitar 200 orang," ucapnya.
Memang tetap diwanti-wanti oleh Satgas Penanganan Covid-19, Polres Badung dan lintas terkait agar tidak sampai menimbulkan kerumunan dalam pelaksanaan nantinya. Karena itu, selain pembatasan peserta yang akan melaksanakan tradisi Mekotek, masyarakat luar yang ingin menonton juga tidak diperbolehkan untuk sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Karena situasi seperti ini kami belum bisa izinkan masyarakat luar untuk menonton. Kami bekerjasama dengan pecalang. Sepanjang Desa Adat Munggu kami tutup selama tradisi Mekotek berlangsung. Pelaksanaannya kurang lebih 2 jam mulai dari pukul 14.00 - 16.00 Wita," pungkas Sujana.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan