Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Diduga Tabung Oksigen Meledak, Rumah Sakit Covid-19 Kebakaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 23 orang tewas ketika sebuah rumah sakit di Irak mengalami kebakaran akibat sebuah tabung oksigen di unit perawatan intensif Covid-19 meledak.
Menyadur NDTV, Minggu (25/4/2021) kebakaran tersebut terjadi di sebuah rumah sakit yang terletak di Kota Baghdad, ibu kota Irak.
Ledakan itu disebabkan oleh "kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen", sebuah sumber medis mengatakan kepada AFP.
Api menyebar dari sebuah ruang perawatan di rumah sakit Ibn al-Khatib dan menjalar ke bangsal perawatan khusus Covid-19 yang berisi 30 pasien.
Video di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di rumah sakit di pinggiran tenggara ibu kota Irak, ketika pasien dan kerabat mereka mencoba melarikan diri dari gedung.
Sebuah sumber dari petugas medis dan keamanan mengatakan kepada AFP bahwa 23 orang tewas dan sekitar lima puluh lainnya terluka akibat insiden tersebut.
Petugas mengatakan bahwa mereka "menyelamatkan 90 orang dari 120 pasien dan kerabat mereka" di tempat kejadian, namun tidak dapat memberikan jumlah pasti dari korban tewas dan terluka.
Kebakaran - yang menurut beberapa sumber disebabkan oleh kelalaian yang sering dikaitkan dengan korupsi di Irak - langsung menyulut kemarahan di media sosial di negara itu.
Gubernur Baghdad Mohammed Jaber meminta kementerian kesehatan "untuk membentuk komisi penyelidikan sehingga mereka yang tidak melakukan pekerjaan mereka dapat diadili".
Dalam sebuah pernyataan, komisi hak asasi manusia pemerintah mengatakan insiden itu adalah "kejahatan terhadap pasien Covid-19 yang menyerahkan nyawa mereka di tangan kementerian kesehatan dan lembaganya dan bukannya dirawat, tapi tewas dalam api."
Komisi tersebut meminta Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi untuk memecat Menteri Kesehatan Hassan al-Tamimi dan membawanya ke pengadilan.
Kadhemi menanggapi dengan janji bahwa pihaknya akan melakukan "penyelidikan segera bagi mereka yang bertanggung jawab di kementerian".
Kadhemi juga menuntut agar direktur rumah sakit, kepala keamanan dan tim pemeliharaan teknis diperiksa dan tidak akan dibebaskan sampai mereka yang bersalah terungkap.
Kementerian kesehatan mencatat total 1.025.288 kasus penyakit dan 15.217 kematian.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1972 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1750 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1734 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1529 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun