Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Diduga Tabung Oksigen Meledak, Rumah Sakit Covid-19 Kebakaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 23 orang tewas ketika sebuah rumah sakit di Irak mengalami kebakaran akibat sebuah tabung oksigen di unit perawatan intensif Covid-19 meledak.
Menyadur NDTV, Minggu (25/4/2021) kebakaran tersebut terjadi di sebuah rumah sakit yang terletak di Kota Baghdad, ibu kota Irak.
Ledakan itu disebabkan oleh "kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen", sebuah sumber medis mengatakan kepada AFP.
Api menyebar dari sebuah ruang perawatan di rumah sakit Ibn al-Khatib dan menjalar ke bangsal perawatan khusus Covid-19 yang berisi 30 pasien.
Video di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di rumah sakit di pinggiran tenggara ibu kota Irak, ketika pasien dan kerabat mereka mencoba melarikan diri dari gedung.
Sebuah sumber dari petugas medis dan keamanan mengatakan kepada AFP bahwa 23 orang tewas dan sekitar lima puluh lainnya terluka akibat insiden tersebut.
Petugas mengatakan bahwa mereka "menyelamatkan 90 orang dari 120 pasien dan kerabat mereka" di tempat kejadian, namun tidak dapat memberikan jumlah pasti dari korban tewas dan terluka.
Kebakaran - yang menurut beberapa sumber disebabkan oleh kelalaian yang sering dikaitkan dengan korupsi di Irak - langsung menyulut kemarahan di media sosial di negara itu.
Gubernur Baghdad Mohammed Jaber meminta kementerian kesehatan "untuk membentuk komisi penyelidikan sehingga mereka yang tidak melakukan pekerjaan mereka dapat diadili".
Dalam sebuah pernyataan, komisi hak asasi manusia pemerintah mengatakan insiden itu adalah "kejahatan terhadap pasien Covid-19 yang menyerahkan nyawa mereka di tangan kementerian kesehatan dan lembaganya dan bukannya dirawat, tapi tewas dalam api."
Komisi tersebut meminta Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi untuk memecat Menteri Kesehatan Hassan al-Tamimi dan membawanya ke pengadilan.
Kadhemi menanggapi dengan janji bahwa pihaknya akan melakukan "penyelidikan segera bagi mereka yang bertanggung jawab di kementerian".
Kadhemi juga menuntut agar direktur rumah sakit, kepala keamanan dan tim pemeliharaan teknis diperiksa dan tidak akan dibebaskan sampai mereka yang bersalah terungkap.
Kementerian kesehatan mencatat total 1.025.288 kasus penyakit dan 15.217 kematian.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan