Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Dokter Meninggal Dunia karena Covid-19, Sempat Dikenal Penentang Vaksin Virus Corona
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang dokter yang terkenal karena menentang vaksin virus corona serta pendukung teori konspirasi, Stephen Karanja, meninggal dunia hari Kamis (29/4/2021) akibat covid-19.
Dia sempat dirawat di satu rumah sakit swasta di ibu kota Kenya, Nairobi. Saat masih hidup, Dr Karanja adalah ketua asosiasi dokter Katolik Kenya. Di organisasi ini, dia digambarkan sebagai "dokter pejuang sejati".
Dia tidak setuju dengan suntikan vaksin untuk menekan pandemi Covid-19 dengan mengatakan "vaksinasi sama sekali tak diperlukan". Penyebaran Covid-19, menurutnya, bisa ditekan "cukup dengan mengenakan masker".
Media di Kenya memberitakan Dr Karanja—yang merupakan dokter spesialis kandungan—menuduh pemerintah "tidak mengeluarkan informasi yang akurat terkait infeksi Covid-19".
Ia mengeklaim Covid-19 bisa diatasi dengan "obat biasa dan murah yang tersedia di pasar". Ia juga mengatakan, Covid-19 "bisa dilawan dengan menghirup uap air".
Disebutkannya, pemerintah "bisa mencegah orang-orang jatuh sakit, bisa menekan anggaran, dan bahkan mencegah kematian seandainya memanfaatkan obat-obat preventif ketika melawan Covid-19".
Namun klaim ini dengan cepat dibantah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Konferensi Uskup Katolik Kenya (KCCB).
Dalam satu pernyataan, KCCB mengatakan, "Kami ingin menekankan bahwa vaksin Covid-19 sangat penting untuk melindungi kita semua ... selain [protokol kesehatan] seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker."
Mereka menyebut klaim Dr Karanaja "keliru dan menyebabkan ketidakpastian". Dalam video yang beredar di media sosial pada akhir Maret, Dr Karanja mengkritik penerapan lockdown atau karantina wilayah di lima wilayah di Kenya.
Ia mengatakan karantina wilayah "tidak efektif dari sisi medis".
"Ketika Anda mengkarantina orang, Anda sebenarnya tidak sedang mengatasi penyakit. Ini tak berguna, berbahaya, dan harus dicabut sesegera mungkin," kata Dr Karanja seperti dikutip media Kenya.
Dr Karanja juga dikenal sebagai pendukung teori konspirasi bahwa pandemi Covid-19 "sengaja disebar sebagai alat untuk mengurangi jumlah penduduk".
Sumber: BBC
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan