Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
7 Warga Tewas Disapu Badai Tornado, Ratusan Jiwa Luka-Luka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Badai Tornado yang melanda wilayah tengah dan timur China pada Jumat (14/5) hingga Sabtu merenggut tujuh nyawa warga dan melukai ratusan lainnya.
Tornado yang memporak-porandakan dua distrik di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada Jumat (13/5) malam telah menyebabkan enam warga tewas dan 218 lainnya mengalami luka-luka.
Biro Penanganan Darurat Kota Wuhan, Sabtu, mencatat tornado terjadi pada Jumat malam pukul 20.39 waktu setempat (19.39 WIB) dengan kecepatan angin rata-rata 23,9 meter per detik.
Cuaca ekstrem tersebut berlanjut hingga Sabtu pagi pukul 04.00 yang menyebabkan 85 rumah warga roboh, 400 gedung rusak, dua tower crane dan 8.000 meter bangunan sementara juga rata dengan tanah.
Wakil Gubernur Hubei Cao Guangjing dan Wali Kota Wuhan Cheng Yongwen malam itu juga ke lokasi kejadian untuk melihat langsung upaya penanganan bencana, demikian media resmi setempat.
Pada Jumat pukul 19.00, tornado juga melanda Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, hingga menyebabkan seorang warga tewas, dua luka berat, dan 19 luka ringan.
Hingga Sabtu pagi beberapa wilayah di China, termasuk Beijing, masih terjadi embusan angin dengan kecepatan sedang hingga tinggi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun