Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pekerja Tewas Akibat Terjatuh dari Atap Pabrik Tepung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pandik Cahyo Rahno (38) tewas di pabrik tepung PT Agrofoof Makmur Mandiri, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/5/2021).
Warga asal Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang itu terjatuh saat sedang membenahi atap pabrik yang tingginya sekitar 7 meter.
Kapolsek Punggung AKP Margo Sukwandi mengatakan, membenarkan peristiwa dugaan kecelakaan kerja tersebut.
"Saat itu korban membenahi kuda-kuda atap seng yang rapuh akibat terbakar beberapa bulan yang lalu. Dia gak sendiri, tapi ada beberapa rekan kerjanya yang ada di atas atap," katanya, Sabtu (29/5/2021).
Berdasar hasil penyelidikan dan pemeriksaan beberapa saksi, korban diduga terpeleset saat akan berusaha menyeberang untuk membantu salah satu rekan kerjanya.
"Soalnya saat itu kan habis hujan, kemungkinan korban ini terpeleset lalu terjatuh," sambungnya.
Korban meninggal lantaran mengalami luka cukup serius.
"Korban sudah kita evakuasi RSUD Prof. dr. Soekandar, Mojosari untuk dilakukan otopsi. Saat ini juga masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk K3," sambungnya.
Sementara, salah seorang rekan korban Amin menuturkan, bahwa sebelum terjatuh korban telah diingatkan agar tidak naik terlebih dahulu, lantaran kondisi atap licin.
"Kemungkinan korban terpeleset debu tepung yang menempel di sela-sela atap, karena kondisi abis hujan," ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 733 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan