Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Demo Menentang Kenaikan Pajak, 13 Orang Warga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan di sekitar Cali, ibu kota provinsi Valle del Cauca Kolombia bertambah menjadi 13 orang pada Sabtu (29/5/2021) waktu setempat.
Demonstrasi digelar untuk memprotes rencana reformasi pajak pemerintah.
Warga berdemonstrasi di berbagai kota selama sebulan menentang rencana yang disebut merugikan pekerja dan kelas menengah.
Rencana tersebut sebenarnya sudah dibatalkan pemerintah, namun protes tetap berlangsung pada kebijakan pemerintah lainnya, termasuk penanganan pandemi Covid-19.
Presiden Ivan Duque mengerahkan militer di provinsi barat untuk menangani situasi tersebut.
Jam malam juga diberlakukan hingga pukul 5 pagi waktu setempat (0800 GMT).
Perwakilan pemerintah dan pemimpin komite pemogokan nasional telah mengadakan beberapa pertemuan sejak pertengahan Mei tetapi tidak berhasil.
Wali Kota Cali Jorge Ivan Ospina, dalam serangkaian tweet, mengutuk kekerasan yang sedang berlangsung dan meminta kantor kejaksaan memulai penyelidikan dengan menggunakan rekaman video.
Dia mengatakan dia percaya pada dialog untuk menyelesaikan semua konflik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2504 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun