Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasang Bendera Palestina di Sepeda Saat Mau Beli Roti, Bocah Ditabrak Polisi Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bocah Palestina berusia 12 tahun ditabrak polisi Israel hanya karena memasang bendera Palestina di sepedanya saat hendak beli roti ke sebuah toko.
Kejadian memilukan tersebut terjadi di lingkungan Silwan Yerusalem Timur, seperti disadur dari Kantor Berita Anadolu, Selasa (1/6/2021).
"Saya sedang berada di sepeda untuk membeli roti ketika tiga polisi Israel mengejar saya karena saya memasang bendera [Palestina] di sepeda," kata bocah bernama Jawad al-Abbasi.
Bocah malang tersebut langsung dilarikan ke ke Rumah Sakit Hadassah, sekaligus tempat di mana dia memberikan laporan terkait insiden itu.
Anak laki-laki itu mengatakan dia mengalami luka di kepala, leher, dan kakinya.
Dalam kesaksian lain, Jawad juga mengatakan kepada Pusat Informasi Wadi Hilweh yang berbasis di Yerusalem, bahwa polisi Israel menodongkan senjata dan memukulinya.
"Saya takut mereka akan menembak atau menangkap saya," tambahnya.
Jawad mengatakan ambulans datang setelah seseorang yang kebetulan lewat, menolongnya. Ia mengatakan polisi Israel menolak untuk menghubungi petugas medis.
"Saya sekarang di rumah sakit dan saya takut polisi Israel akan datang untuk menangkap saya sebelum saya mendapatkan perawatan yang diperlukan," kata bocah itu.
Tidak ada komentar dari polisi Israel atas insiden tersebut.
Sementara itu, sepupu Jawad, Issa al-Abbasi menyerahkan rekaman kesaksian saudaranya itu ke center Hilweh.
Saat menerima kabar saudaranya ditabrak polisi Israel, ia langsung menuju tempat kejadian dan menemukan Issa sedang dikelilingi polisi.
"Kami memanggil ambulans, tetapi polisi bersikeras untuk menangkapnya," kata Issa, seraya menambahkan bahwa mereka akhirnya berhasil membawanya ke rumah sakit memakai ambulans.
"Ketika kami sampai di rumah sakit, polisi datang dan mengklaim bahwa mereka tidak menabraknya," kataIssa.
"Jawad, seperti semua anak, keluar dari rumahnya untuk membeli roti, dan dia memasang bendera di sepedanya. Ini adalah bendera negaranya, jadi di mana kejahatannya?" tanya Issa.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan oleh polisi Israel terhadap bocah tersebut.
Pejabat menggambarkan insiden itu sebagai "percobaan pembunuhan dan kejahatan keji terhadap kemanusiaan," dan menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab penuh.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan