Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dua Kereta Api Tabrakan, 33 Tewas dan Ratusan Penumpang Luka-Luka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 33 tewas dan lebih dari 120 terluka setelah dua kereta api saling adu banteng di dekat kota Dharki, Pakistan selatan.
Menyadur Al Jazeera, Senin (7/6/2021) pihak berwenang mengatakan jika tabrakan itu terjadi pada Senin pagi waktu setempat di dekat kota Dharki. Kota Dharki terletak di sekitar 440 km utara kota terbesar di Pakistan, Karachi.
"Jumlah korban meninggal meningkat menjadi 33, sementara jumlah yang terluka mendekati 120," jelas pejabat kesehatan senior Dr Manzoor Jakhrani kepada Al Jazeera.
"Operasi penyelamatan sedang berlangsung di lokasi dan dalam tahap akhir", katanya.
Tayangan televisi dari lokasi kecelakaan menunjukkan dua kereta hancur dan puing-puing gerbong terlihat berserakan di rel kereta api.
Petugas penyelamatan menggunakan derek dan peralatan lain untuk mencoba dan mencapai para penumpang yang terjebak di dalam gerbong.
Kecelakaan itu terjadi ketika delapan gerbong kereta Millat Express yang menuju utara anjlok di dekat Dharki, menurut pejabat lokal Razzaq Minhas kepada Al Jazeera.
Kemudian datang kereta penumpang Sir Syed Express yang sedang menuju ke arah selatan dan tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.
"Penyelamat masih berusaha untuk masuk ke setidaknya dua gerbong yang jatuh, mereka masih membersihkan puing-puingnya," kata Razzaq Minhas.
"Peralatan dan pasukan paramiliter ada di sana untuk menghilangkan puing-puing." sambungnya.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dia "terkejut" oleh kecelakaan itu, dan memerintahkan Menteri Perkeretaapian Azam Swati untuk memeriksa ke lokasi kecelakaan pada hari Senin.
"Telah meminta menteri perkeretaapian untuk ke lokasi dan memastikan bantuan medis untuk yang terluka dan dukungan untuk keluarga yang meninggal," cuit Imran Khan.
Imran Khan juga "memerintahkan investigasi komprehensif terhadap jalur patahan keselamatan kereta api" kepada menteri perkeretaapian.
Militer Pakistan mengatakan telah mengirim helikopter penyelamat, ambulans dan kru pencarian dan penyelamatan khusus ke lokasi kecelakaan.
"Sumber daya insinyur dipindahkan untuk melakukan pekerjaan bantuan dan penyelamatan yang diperlukan," kata sebuah pernyataan militer.
"Tim Insinyur khusus Angkatan Darat [untuk] Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan (USAR) sedang diangkut dengan helikopter dari Rawalpindi ke lokasi kejadian untuk mempercepat upaya pertolongan dan penyelamatan." sambungnya.
Sistem perkeretaapian Pakistan yang sudah berumur telah mengalami banyak kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2019, setidaknya 73 orang tewas setelah ledakan tabung gas dan kebakaran di atas kereta penumpang yang penuh sesak di dekat kota Liaquatpur.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan