Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
"Work From Bali" dan Kegiatan Massal Sumbang Kasus Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski cenderung fluktuatif, kenaikan kasus positif Covid-19 di Bali lima hari terakhir cukup mengejutkan. Sebelumnya tambahan kasus harian di Bali berada di bawah 50, namun kini 100 lebih.
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin yang diwawancarai Senin (21/6) di Sanur, Denpasar Timur menerangkan pergerakan kasus itu telah diamati. Dia mengatakan lonjakan kasus itu disumbang kegiatan-kegiatan massal, baik kegiatan industri, wisata dan kegiatan adat.
"Kita ketahui ada kebijakan nasional, Work From Bali, yang mengarahkan seluruh kementerian, lembaga dan BUMN, melakukan aktivitas di Bali. Maka konsekuensi logisnya adalah sangat amat mungkin kasus positif ditemukan di Bali," ujarnya.
Mengantisipasi lonjakan kasus dari kedatangan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) itu, Rentin mengatakan unsur pintu masuk Bali yang meliputi bandara dan pelabuhan, melakukan skrining yang ketat. Misalnya di pelabuhan, penumpang yang tak mampu menunjukkan hasil negatif rapid antigen akan dites di tempat, atau dikembalikan ke daerah asal.
"Memang satu, dua, sempat ditemukan kondisi ekstrem dalam arti saat turun dari pesawat mungkin ditemukan suhu yang tinggi. Sehingga dilakukan treatment dan masa observasi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini.
Sementara, merebaknya transmisi lokal menurutnya disebabkan dari kegaitan sosial, budaya, adat dan agama. Di Bali, belakangan ini merupakan dewasa ayu atau hari baik melakukan upacara agama seperti menikah, ngaben dan kegiatan kedukaan lainnya.
"Kita flashback, Surat Keputusan Bersama (SKB) menegaskan kegiatan itu silakan dilaksanakan, tetapi perlu diperkuat penerapan prokes. Di antaranya mengurangi kehadiran orang, dan terpenting prokes harga mati," tuturnya.
Dia menambahkan, upaya pencegahan terhadap hal itu telah dilakukan oleh Satgas Gotong Royong di tingkat desa. Dia menilai kinerja Satgas Gotong Royong telah cukup baik. Sekurang-kurangnya telah berkoordinasi bersama panitia kegiatan sehari sebelum kegiatan berlangsung untuk mengingatkan penerapan prokes.
"Kami mengimbau dua hal, yakni tetap disiplin prokes, kurangi mobilitas dan tingkatkan imun. Juga taat kepada aturan pemerintah," tegasnya.
Dia berharap masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi, utamanya menjelang dibukanya pariwisata internasional.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan