Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Serangan Bom Tewaskan 4 Orang, Pelaku Belum Jelas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah serangan bom di kompleks perumahan di kota Lahore, Pakistan, menewaskan empat orang. Meski begitu, hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terhadap ledakan tersebut.
Korban tewas berjumlah empat orang, dengan salah satunya aalah anak-anak. 14 Korban lain mengalami luka, termasuk petugas polisi yang tengah berjaga. Ledakan terjadi di sebelah rumah Hafiz Saeed, pendiri kelompok militan Islam Lashkar-e-Taiba (LeT) yang dipenjara.
"Tampaknya yang kami lihat adalah lembaga penegak hukum kami yang menjadi sasarannya. Anda dapat melihat petugas polisi kami juga terluka," kata kepala polisi Provinsi Inam Ghani kepada wartawan.
Tiga orang tewas, kata Ghani. Seorang juru bicara polisi kemudian mengatakan seorang anak berusia empat tahun telah meninggal dunia karena luka-lukanya.Beberapa dari mereka yang terluka, termasuk anak-anak, berada dalam kondisi kritis, kata seorang juru bicara rumah sakit. Sebuah mobil yang diparkir di dekat sebuah rumah meledak, membakar mobil dan sepeda motor di dekatnya, kata seorang saksi mata, Fahim Ahmad, kepada wartawan di tempat kejadian.
Ghani mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah bahan peledak itu diledakkan dari jarak jauh atau oleh seorang pembom bunuh diri. Kalau bukan karena pos pemeriksaan polisi, mobil bisa saja sampai di rumah Saeed, ia menambahkan. Lashkar-e-Taiba disalahkan atas serangan Mumbai 2008 yang menewaskan 166 orang, di antaranya beberapa orang asing dan warga Amerika. Saeed, yang menjalankan Jamat-ud-Dawa, sebuah badan amal yang terkait dengan kelompok militan, pada November dijatuhi hukuman 10 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas dua tuduhan mendanai terorisme.
Seorang juru bicara badan amal itu mengatakan kepada Reuters bahwa Saeed berada di penjara dan tidak di rumahnya pada Rabu. Kelompok-kelompok militan telah mencoba untuk bangkit kembali setelah serangan tentara Pakistan di tempat-tempat suci mereka di sepanjang perbatasan Afghanistan, tetapi daerah perkotaan seperti Lahore sebagian besar telah lolos dari kekerasan. Tentara telah memerangi gerilyawan, yang ingin menegakkan aturan Islam mereka sendiri di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan