Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Petugas PPKM Mikro Terkapar Gegara Minum Disinfektan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Petugas PPKM Mikro di Kabupaten Jember, Zainol Anshori (45) terkapar akibat minum disinfektan, Jumat (25/6/2021). Warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari itu langsung dievakuasi ke IGD RSD dr. Soebandi, Jember.
Informasi yang terhimpun, peristiwa bermula saat korban menaruh cairan jenis Hydro Pyroxide ke dalam botol plastik bekas minuman air mineral. Cairan tersebut merupakan bahan untuk pembuatan disinfektan.
"Rencananya kan akan dilakukan penyemprotan disinfektan, karena di wilayah desa kami ada yang meninggal karena Covid-19. Korban itu petugas PPKM Mikro, memindahkan cairan Hydro Pyroxide dari jerigen ke botol bekas minuman air mineral," kata Anggota BPD Patemon Ribut Supriyadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Jumat (25/6/2021).
Korban yang merupakan petugas PPKM Mikro kawasan setempat bakal melakukan penyemprotan disinfektan di Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari. Petaka kemudian terjadi. Diduga haus usai perjalanan dari Kantor Desa ke lokasi penyemprotan korban malah meminum cairan Hydro Pyroxide.
"Kan korban ini bersama dengan temannya, minta tolong mintakan air. Temannya yang tidak tahu memberikan botol minuman yang isinya Hydro Pyroxide itu. Korban tidak ngecek dulu langsung diminum saja. Langsung korban pun lemas dan muntah. Saat perjalanan dibantu warga, dibawa ke Pustu Setempat korban saat itu tidak sadarkan diri," ujar Ribut.
Karena tidak mampu menangani, korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Arjasa.
"Karena pertimbangan jarak paling dekat kurang lebih 2 Kilometer, daripada harus ke Puskesmas Pakusari," sambungnya.
Sementara itu, Perawat Jaga Puskesmas Arjasa Kadek mengatakan, korban saat sampai di tempatnya kondisi sudah lemas.
"Ini pasien datang di Puskesmas kami dengan kondisi lemas, setelah minum (cairan) disinfektan. Kalau yang saya tahu dari laporan warga meminum Hydro Pyroxide," katanya.
Setelah dilakukan tindakan penanganan medis awal, kata Kadek, kondisi korban mulai baik.
"Tapi masih butuh penanganan lebih lanjut, sehingga kita arahkan untuk dirujuk ke RSD dr. Soebandi. Penanganan awal kita pasang infus secukupnya (sebagai pertolongan pertama)," ujar Kadek.
"Penanganan lanjutan dibutuhkan, karena cairan yang diminum adalah cairan bahan berbahaya," sambungnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan