Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bos Aniaya Pekerja Gegara Tak Senang Pacar Diteror
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Video yang memperlihatkan seorang pria disekap dan dianiaya viral. Polisi kemudian turun tangan dan menangkap dua pelaku.
Dalam video terlihat tangan pria itu diborgol. Ia juga dipukul dan ditendang. Selain itu, hidung korban juga terlihat mengeluarkan darah.
"Unsur sakit hati, mantan bos dkk abang ojol, bahkan hendak dibunuh," tulis narasi video.
Kanitreskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansyah Sitorus mengaku, dua orang pelaku penganiayaan berinisial BD dan SS telah ditangkap. Ia mengaku, peristiwa terjadi pada Rabu (23/6/2021).
"Benar, dua orang ditangkap," katanya, Selasa (29/6/2021).
Irwansyah mengatakan, korban dan pelaku memiliki hubungan kerja. Motif pelaku melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada korban.
"Korban sama pelaku saling kenal, korban merupakan pekerja dari si pelaku. Jadi pelaku tidak senang karena korban sering menteror pacarnya," katanya.
Ia mengatakan, pelaku menjemput korban dan dibawa ke ruko di Jalan Mistar, Medan. Di situ pelaku menyekap dan menganiaya korban hingga mengalami luka-luka.
"Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 328 dan atau Pasal 333 ayat (1) dan (4) KHUPidana," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun