Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Main Mobile Legend, Bocah Ini Malah Lumpuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pelajar SMP asal Rancah, Kabupaten Ciamis terbaring tak berdaya di RSUD Kota Banjar. Ia dinyatakan mengalami kelumpuhan. Penyebabnya, terlalu sering bermain game online Mobile Legend atau ML.
Dari keterangan petugas Dinas Kesehatan Kota Banjar, Agung Herawati, remaja itu mengalami kecanduan game online ML.
Menurutnya, remaja itu bisa bermain ML sepanjang hari. Ia bahkan kerap begadang semalaman bermain ML.
“Kata ibunya, kaki anaknya itu tidak bisa digerakkan (lumpuh),” kata petugas kesehatan Dinkes Kota Banjar, Agung Herawati pada awak media, Rabu (30/6/2021).
Saat dibuktikan dengan mencubit kaki anak itu, sama sekali tidak merasa sakit.
“Dan benar kata dokter pun dia lumpuh,” katanya.
Menurutnya, kaki remaja ini memang cukup lama tidak digerakkan, karena selama setahun ini hanya bermain Mobile Lagend (ML) sambil rebahan di tempat tidur.
“Anaknya ditanya keasyikan maen ML,” katanya.
Saat ditanya orang tuanya kenapa anaknya dibiarkan seperti itu, dan orang tuanya suka berdalih sedang mengikuti pembelajaran secara daring.
“Saya bilang tidak mungkin belajar daring sampai seharian. Itu mah sudah kecanduan main game online,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat menanggapi kabar itu.
“Kami mohon kepada orang tua agar senantiasa selalu mendampingi anak-anaknya karena saat ini kondisi pandemi Covid-19,” katanya.
Sebaiknya orang tua dikatakan Asep bisa menghindarkan anak-anaknya dari ketergantungan gadget saat berada di rumah, berikan kegiatan-kegiatan yang positif sehingga anak-anak melupakan gadgetnya.
“Boleh saja menggunakan gadget tapi jangan terus berjam-jam. Sekarang ada kasus seorang anak yang lumpuh karena keseringan maen gadget. Nah jangan sampai itu terjadi lagi menimpa yang lain. Jadi arahkan anak-anak pada kegiatan-kegiatan yang positif,” ujarnya.
Pada situasi pandemi seperti sekarang ini peran orang tua harus lebih optimal, jadi perlu perhatian khusus sehingga anak selalu terkontrol dengan baik.
“Seperti ketika anak-anak kita bersosial juga perlu menjadi perhatian Karena bersosial sekarang mungkin berbeda dengan zaman Bapak dan Ibu sekalian,” kata Asep.
“Pergaulannya juga bisa menjadikan anak-anak kita tersesat, bapak dan ibu harus selalu mengawasi anak-anaknya baik di rumah maupun ketika bermain, dan kejadian ini mudah-mudahan menjadi bahan kita sekalian,”sambungnya menambahkan.
Pihaknyapun menegaskan saat ini adalah tahun akhir pelajaran atau tahun 2020/2021, anak-anak libur dan untuk itu maka diupayakan orang tua bisa memberikan pengawasan dan mengarahkan waktu libur mereka kepada kegiatan yang baik.
“semisal disuruh mengikuti kegiatan di mushola, atau hal lainnya dan yang pasti karena kondisi masih Covid-19 maka perlu menerapkan prokes,” katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan