Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Uji Coba 4 Hari Kerja Sukses, Pekerjanya Lebih Sejahtera
BERITABALI.COM, DUNIA.
Program uji coba 4 hari kerja yang diluncurkan pemerintah Islandia berjalan sukses. Meskipun mengurangi jam operasional, para pekerja terbukti mengalami peningkatan produktivitas.
Menyadur HR Reporter Selasa (13/07) uji coba itu menunjukkan bahwa mempersingkat jam kerjamemiliki efek positif pada keseimbangan kehidupan kerja.
"Para pekerja mengalami peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja," tulis laporan Going Public: Iceland's Journey to a Shorter Working Week.
Laporan juga menyebut jam kerja yang lebih pendek adalah strategi utama bagi pemerintah lain yang ingin mengatasi keseimbangan kehidupan kerja dan kekurangan kesejahteraan.
Keberhasilannya membawa angin segar bagi para pekerja Islandia karena mereka akan memiliki pengurangan jam kerja permanen di seluruh negeri.
Secara total, sekitar 86 persen dari seluruh populasi pekerja Islandia kini telah pindah ke jam kerja yang lebih pendek atau telah mendapatkan hak untuk mempersingkat jam kerja mereka.
Uji coba mempersingkat jam kerja ini berawal saat Dewan Kota Reykjavík dan pemerintah nasional Islandia melakukan program pekan kerja yang lebih pendek pada tahun 2015 dan 2017.
Program ini melibatkan lebih dari satu persen total populasi pekerja Islandia di mana banyak di antaranya berpindah dari 40 jam kerja menjadi 35 atau 36 jam seminggu tanpa pengurangan gaji.
Uji coba berkembang dengan memasukkan 9 hingga lima pekerja yang memiliki pola shift non-standar seperti kantor hingga sekolah bermain, penyedia layanan sosial, dan rumah sakit.
Pekerja yang terlibat dalam uji coba mengalami peningkatan kesejahteraan di tempat kerja sementara tempat kerja yang bekerja pada jam penuh tidak menunjukkan peningkatan.
Di kedua uji coba, banyak pekerja merasa lebih baik, lebih berenergi dan tidak terlalu stres. Mereka juga sehingga memiliki lebih banyak energi untuk olahraga dan hobi.
Hal ini ternyata berdampak positif pada pekerjaan. “Kesejahteraan meningkat drastis di berbagai indikator hingga keseimbangan kesehatan dan kehidupan kerja,” tulis laporan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun