Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Banjir di Eropa: Jerman Hingga Belanda, Tewaskan 33 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 33 orang tewas di Jerman dan puluhan lainnya hilang pada Kamis (15/7/2021), ketika curah hujan yang mencapai rekor di Eropa barat menyebabkan sungai meluap, menghanyutkan rumah dan membanjiri gudang-gudang bawah tanah.
Di pusat perkebunan anggur Ahrweiler di Negara Bagian Rhineland-Palatine, 18 orang meninggal dan puluhan orang hilang, kata kepolisian, setelah air Sungai Ahr yang mengalir ke Rhine naik dan meruntuhkan setengah lusin rumah.
Sementara itu, delapan orang meninggal di wilayah Euskirchen di selatan Kota Bonn, kata pihak berwenang.
Di Belgia, dua pria tewas akibat hujan deras dan seorang remaja putri berusia 15 tahun hilang setelah hanyut di sungai yang meluap.
Ratusan tentara diturunkan untuk membantu polisi dalam upaya penyelamatan. Mereka menggunakan tank-tank untuk membersihkan jalan dari tanah longsor dan pohon tumbang. Sejumlah helikopter dikerahkan untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di atap rumah mereka.
Banjir kali ini telah menyebabkan kematian massal terburuk di Jerman dalam beberapa tahun belakangan ini.
Pada 2002, bencana alam tersebut menewaskan 21 orang di Jerman timur dan lebih dari 100 orang di seluruh wilayah Eropa bagian tengah.
Di Belgia, sekitar 10 rumah runtuh di Pepinster setelah air Sungai Vesdre membanjiri kota yang berada di kawasan timur itu. Penduduk di sana dievakuasi dari sedikitnya 1.000 rumah.
Hujan juga menyebabkan transportasi umum terganggu parah. Layanan kereta api berkecepatan tinggi, Thalys, ke Jerman dibatalkan. Lalu lintas di Sungai Meuse juga dihentikan karena jalur air utama Belgia dikhawatirkan akan merusak tepian sungai.
Di bagian hilir, di Belanda, banjir dari sungai merusak banyak rumah di Limburg. Di provinsi sebelah selatan tersebut para penghuni panti wreda jompo dievakuasi.
Selain delapan orang yang tewas di wilayah Euskirchen, tujuh orang lainnya --termasuk dua petugas pemadam kebakaran-- kehilangan nyawa di berbagai lokasi lain di Rhine-Westphalia Utara, beberapa di antaranya di ruang bawah tanah yang terendam banjir.
Di Kota Schuld, rumah-rumah berubah menjadi tumpukan puing dan balok-balok yang pecah. Jalan-jalan terblokir oleh puing-puing dan pohon-pohon bertumbangan saat air banjir surut pada Kamis pagi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan