Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ibu Gede Budiarsana Sempat Rasakan Kerinduan Mendalam
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kepergian Gede Budiarsana (34) menyisakan duka yang mendalam pada keluarga. Terlebih bagi ibundanya Nyoman Srimini (66).
Tak disangka, anak bungsu yang menjadi tulang punggung keluarga itu pergi untuk selamanya dengan cara mengenaskan, dibacok senjata tajam di kawasan Monang-maning Denpasar Jumat (23/07).
Sejak berita kepergian Gede Budiarsana merebak, Nyoman Srimini yang berada di rumah duka di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan selalu lari keluar rumah jika mendengar sirine mobil ambulance. Ia pikir ambulance tersebut membawa jenazah anaknya, pihak keluarga pun sudah berusaha menenangkan.
Sebelum kepergian anaknya, Nyoman Srimini mengaku sejak enam hari lalu merasa kerinduan yang berlebih. Bahkan dari kerinduan tersebut berulang kali melakukan panggilan video dengan Gede Budiarsana yang bekerja sebagai security di Denpasar.
"Gede ini sibuk bekerja, makanya tiang malam-malam telepon. Biar sekedar bisa ngobrol dengan Gede. Memang aneh karena terus merasa rindu sejak beberapa hari," ungkapnya.
Gede Budiarsana ketika melakukan panggilan video juga sempat beberapa kali melambaikan tangan. Ia juga memberitahu bahwa akan pulang ke Kubutambahan dua hari lagi untuk melayat.
"Ada keluarga yang meninggal dan ada juga yang tiga bulanan," terangnya.
Beberapa hari kemudian, Gede Budiarsana pulang bersama kakaknya Ketut Widiada alias Jro Dolah pulang ke Kubutambahan pada Rabu (21/07) lalu. Sebelum berangkat melayat ke Tajun, Gede Budiarsana sempat dipeluk beberapa kali oleh sang anak.
"Tumben seperti itu. Saya sangat sayang dengan Gede. Kalau boleh biar saya yang duluan mati, karena kasihan anak-anaknya masih kecil-kecil," imbuhnya.
Kerabat korban Gede Budiarsana, Kadek Benny Wandana (31) mengatakan setelah melayat, korban kembali ke Denpasar bersama kakaknya untuk bekerja. Namun takdir berkata lain, Gede Budiarsana tewas bersimbah darah di tengah jalan setelah terlibat cekcok masalah kendaraan dengan anggota ormas.
"Mewakili keluarga almarhum merasa kehilangan yang sangat mendalam. Apalagi almarhum merupakan tulang punggung keluarga menggantikan ayahnya yang meninggal setahun lalu,"ungkapnya.
Benny Wandana menambahkan pihak keluarga meminta agar pelaku dapat di proses hukum dengan seadil-adilnya. "Apapun yang menjadi permasalahan sudah kami serahkan ke aparat penegak hukum dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian," terangnya.
Selaku BPD desa Kubutambahan, pihaknya bersama kadus Kubuanyar dan pemerintah desa Kubutambahan akan memastikan ketiga anak korban mendapatkan bantuan sehingga mendapat jaminan pendidikan yang layak.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan