Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Mengadu Gurunya Lempar Lelucon Cabul, Siswi Dituntut Rp3 M
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang siswi asal Malaysia, Ain Husniza Saiful Nizam dituntut RM 1 juta atau setara Rp3 miliar karena mengadukan gurunya yang melempar lelucon cabul.
Menyadur The Star Kamis (05/08), siswi berumur 17 tahun ini curhat tentang hal ini di akun Twitter miliknya. "Hi, hari ini Ain tiba-tiba terima surat tuntutan atas 'pernyataan-pernyataan fitnah'," tulisnya.
"Dalam surat ini Ain diberi waktu 7 hari untuk melunasi semua tuntutan itu, diantaranya membayar RM 1.000.000 dalam ganti rugi."
Dalam akhir postingannya, ia meminta dukungan dan doa dari warganet agar segala urusan semua dipermudah. Ia menutup postingan itu dengan tagar #MakeSchoolASaferPlace. Sebelumnya, Ain Husniza menjadi berita utama awal tahun ini karena protes tentang lelucon pemerkosaan yang dilempar guru olahraga.
Dalam unggahan Facebook, ayahnya Saiful Nizam Abdul Wahab mengatakan surat yang dikirimkan pada pukul 14.00 itu ditujukan untuk Ain Husniza, dirinya dan istrinya.
"Ada lima tuntutan dan salah satunya adalah membayar ganti rugi RM 1 juta. Kami menerima surat dari firma hukum Rasshidi Ema & Yung."
"Mengikuti saran pengacara, kami tidak akan berkomentar lebih lanjut tentang ini untuk saat ini. Kami akan mendapatkan lebih banyak saran dari pengacara kami tentang hak-hak kami dan tindakan selanjutnya," katanya.
Saiful Nizam juga mencatat bahwa surat tersebut berasal dari guru olahraga di sekolah tempat putrinya belajar sebelumnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3124 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun