Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
Hasil Patroli Antisipasi Balap Liar di Jalan Gatsu Barat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Personel Unit Samapta Polsek Kuta Utara dipimpin Panit 3 Samapta Aiptu I Ketut Rantaja melaksanakan patroli untuk atensi balapan liar yang meresahkan masyarakat penguna jalan.
Patroli ini berlangsung di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, pada Kamis 4 November 2021 sekitar pukul 23.00 WITA.
Difokuskanya kegiatan patroli di Gatot Subroto Barat karena lokasi tersebut sering dijadikan kawula muda untuk balapan liar. Bahkan, patroli yang digelar tengah malam ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang kondusif dan rasa nyaman bagi pengguna jalan yang melintas di jalur Gatsu Barat.
Selain melaksanakan kegiatan patroli, Unit Samapta Polsek Kuta Utara terus menghimbau kepada masyarakat yang masih nongkrong di tengah malam agar patuh menjalankan anjuran Pemerintah terkait Protokol Kesehatan.
"Patroli ini dilakukan terutama pada jalur rawan di pakai balapan liar oleh kelompok pemotor yang kerap mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan terutama pada malam hari," terang Aiptu I Ketut Rantaja, pada Jumat 5 November 2021 pukul 06.00 WITA.
Namun saat patroli dilaksanakan tidak ada ditemukan para anak muda balapan liar. Patroli ini akan dilaksanakan setiap harinya guna mencegah terjadinya aksi trek trekkan yang membahayakan masyarakat.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3709 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1390 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1322 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1258 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun