Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pria Ini Nekat Sembunyi di Roda Pesawat Tiba dengan Selamat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airlines yang terbang ke Miami, Florida, Amerika Serikat, tiba dengan selamat pada Sabtu (27/11).
Setelah pesawat mendarat, pria berusia 26 tahun itu segera diserahkan ke kantor imigrasi Amerika Serikat dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya.
Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS atau CBP membenarkan insiden itu dalam pernyataan, kata stasiun TV Miami WTVJ yang menayangkan video tentang pria tersebut di Bandara Internasional Miami sesaat setelah mendarat.
Video yang diunggah akun "Only in Dade" di Instagram itu memperlihatkan si penumpang gelap yang tampak kebingungan tapi tidak terluka.
Dia duduk di samping pesawat di landasan --memakai jins, kaos pendek, jaket dan sepatu bot-- ketika petugas landasan mendekatinya dan bertanya apakah dia mau minum.
Dalam pernyataannya CPB mengatakan petugas di Bandara Miami menangkap seorang pria yang berusaha menghindari pemeriksaan dengan bersembunyi di bilik roda pendaratan sebuah pesawat dari Guatemala pada Sabtu pagi.
"Pria itu dievakuasi oleh pelayanan medis darurat dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan. Insiden ini sedang diselidiki," kata CPB.
American Airlines dalam pernyataannya mengatakan penerbangan 1182 dari Guatemala City ke Miami tiba selewat pukul 10 pagi waktu setempat dan "ditemui oleh penegak hukum karena masalah keamanan."
Maskapai itu tidak memberi penjelasan rinci, hanya mengatakan sedang membantu penyelidikan. Penerbangan Guatemala-Miami memerlukan waktu sekitar dua setengah jam.
Pengacara imigrasi Angel Leal mengatakan kepada WTVJ bahwa penumpang gelap itu akan ditahan oleh CPB sambil menunggu surat perintah pemindahan segera.
Sekitar 1,7 juta migran asal Guatemala telah ditangkap atau diusir dari perbatasan AS selama setahun terakhir. Banyak dari mereka melarikan diri dari kekerasan geng dan kemiskinan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan