Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cegah Omicron, Masyarakat Diminta Tetap waspada Varian Delta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hingga saat ini belum mendeteksi adanya kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia meski dilaporkan telah menyebar ke 45 negara.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menekankan bahwa penyebaran Omicron sangat cepat.
"Jumlah negara yang melaporkan sudah hampir 45 negara, jadi sangat cepat penyebarannya," kata Nadia saat dialog Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9)-KPCPEN, Selasa (7/12/2021) dikutip dari Suara.com.
Oleh sebab itu, Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran berbagai varian virus corona, termasuk varian delta yang saat ini masih mendominasi di Indonesia.
Meski tren kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini masih rendah, Kemenkes mengingatkan bahwa varian Delta juga masih terus bermutasi hingga saat ini. Setidaknya ada 23 varian turunan dari delta yang telah teridentifikasi.
"Artinya, upaya pengendalian seperti disiplin prokes, vaksinasi, dan deteksi dini adalah keharusan. Kalau prokes dilakukan, dapat mencegah virus menemukan inang baru untuk berkembang," ucapnya.
Bagi masyarakat umum yang belum disuntik vaksin dua dosis juga perlu segera melengkapinya. Nadia menyampaikan bahwa vaksinasi tidak hanya mencegah infeksi jadi parah, tapi juga bisa menekan jumlah populasi virus.
"Bila semua sudah divaksinasi, kita akan punya benteng kekebalan yang bisa menjaga kita dari varian baru dari luar negeri maupun munculnya varian baru di dalam negeri," kata Nadia.
Sementara itu, Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan bahwa apapun varian virus corona, cara pencegahan terbaik tetap dengan protokol kesehatan.
Termasuk juga pencegahan terhadap varian Omicron yang cara penularannya tidak jauh berbeda dengan varian lain, yaitu melalui droplet dan bisa sebagai airborne (penyakit yang menyebar lewat udara) di tempat tertutup.
"Jadi prokes tetap nomor satu untuk mencegah tertular atau menulari orang lain, dan mencegah terjadinya mutasi baru," kata Windhu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan