Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Diguyur Hujan, Pemilik Lahan Jagung Diduga Tertimbun Longsor
BERITABALI.COM, NTB.
Asrudin (50 tahun) asal Dusun Lakeke Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima diduga tertimbun tanah longsor, pascahujan yang mengguyur, Jumat (31/12).
Tidak ada yang mengetahui pasti kejadian longsor ini. Pihak keluarga hanya mengetahui anggota keluarganya hilang. Sebelum kejadian, Asrudin diketahui menginap di lahannya di So Sori Mango Desa Suka Damai Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu tersebut, dan akan memupuk tanaman jagungnya.
Korban juga sempat mengantar istrinya untuk pergi menanam jagung milik keponakannya tidak jauh dari ladang korban. Setelah itu, korban kembali ke ladangnya.
Mengutip keterangan saksi mata di lokasi, bahwa ada dua orang wanita sempat melihat korban hendak mengecek pupuk yang ditutupi terpal. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas tebing sekitar lokasi yang searah dengan posisi korban.
Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit membenarkan adanya insiden tanah longsor tersebut.
“Tim rescue Pos SAR Bima diterjunkan siang tadi untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari pihak kepolisian,” kata Nanang Sigit PH, Sabtu (1/1).
Hingga pencarian hari kedua, tim SAR gabungan dari Pos SAR Bima, TNI, Polri, BPBD, relawan, warga setempat, dan lainnya belum menemukan korban.
“Hingga sore ini belum ditemukan, pencarian dilanjutkan besok pagi,” pungkas Nanang.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan