Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
2 Kali Nelayan Karangasem Terbawa Arus, Ini Imbauan Basarnas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Demi keselamatan, disamping mempertimbangkan kondisi cuaca, para nelayan juga diimbau agar memperhitungkan jumlah bahan bakar yang dibawa sebelum memutuskan untuk melaut.
Pasalnya, di Kabupaten Karangasem sendiri akhir-akhir ini sudah terjadi dua kali kasus nelayan kehabisan bahan bakar saat melaut. Dimana yang pertama seorang nelayan asal Kubu, Karangasem hingga terdampar di pesisir Buleleng.
Kasus yang kedua terjadi hari ini, Senin (10/01/2022) dimana gara-gara kehabisan bahan bakar seorang nelayan asal Manggis terbawa arus hingga perairan selatan Nusa Penida, Klungkung.
Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana saat dikonfirmasi mengaku telah memberikan imbauan kepada para nelayan. Bukan hanya persoalan bahan bakar, pihaknya juga mengingatkan agar para nelayan ketika melaut juga membawa alat komunikasi serta membawa pakaian pelampung demi keselamatan saat melaut.
"Kita sudah imbau, agar para nelayan selain memperhitungkan kondisi cuaca juga jumlah bahan bakar yang dibawa serta melengkapi diri dengan alat komunikasi seperti HP termasuk juga baju pelampung," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (10/01/2022).
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun