Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
13 Sopir dan Kernet DAMRI yang Di-PHK Akhirnya Kerja Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 13 orang sopir dan kernet yang tadinya di-Putus Hubungan Kerja (PHK) oleh Perusahaan Umum Djawatan Motor Indonesia (Perum DAMRI) kini bisa mendapatkan pekerjaan lagi.
Kabar baik itu diperoleh setelah mereka mendatangi kantor Perum Damri bersama anggota DPR RI, Nyoman Parta, pada Rabu (26/1).
“Astungkara diterima kerja kembali. Akhirnya mulai tanggal 1 Februari bekerja kembali. Dengan segala hak yang pantas untuk didapatkan,” ujar Parta usai mendatangi Perum DAMRI, Rabu (26/1).
Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan di kantor Perum DAMRI Denpasar dengan General Manager Damri, Rizky Adya dan Komang Ari selaku Bagian Keuangan dan SDM.
“Hal-hal yang belum selesai, karena kewenangan ada di tingkat Direksi di Jakarta, maka akan saya bawa dalam pertemuan dengan pihak Direksi di Jakarta,” tegasnya.
Ke-13 sopir dan kernet yang punya masa kerja 4 tahun sempat di-PHK pada 31 Desember 2022 oleh Perum DAMRI. Kemudian pada 21 Januari 2022 sempat mengadu ke rumah aspirasi Parta di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar.
Parta meminta Perum DAMRI menjadi contoh positif dalam hubungan perburuhan. “BUMN harus menjadi etalase hubungan industrial. Bukan sebaliknnya bertindak sewenang terhadap pekerjanya,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3706 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1384 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1316 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1255 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun