Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
Dosen Beri Pesan Menyentuh Buat Mahasiswa Bimbingan Skripsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Skripsi merupakan tugas akhir mahasiswa sarjana S1 berupa karya tulis ilmiah. Skripsi berisi hasil penelitian dari suatu fenomena atau masalah yang dibahas sesuai bidang keilmuan.
Proses mengerjakan skripsi bukan hal yang mudah bagi semua mahasiswa. Tak sedikit mahasiswa yang harus berjuang ekstra untuk mengerjakan skripsi mereka.
Ada pesan menyentuh dari seorang dosen kepada mahasiswa bimbingannya tentang skripsi. Pesan menyentuh itu dikirimkan oleh seseorang ke akun Twitter @collegemenfess.
Pesan tersebut seketika viral sejak diunggah beberapa jam lalu Kamis (27/01/2022) telah mendapatkan 12, 4 ribu likes. Dosen ini mengatakan bahwa dirinya tidak melihat mahasiswa yang lambat mengerjakan skripsi hanya karena malas.
Beliau melihat ada faktor penyebab lain yang membuat mahasiswa lambat menyelesaikan skripsi. Penyebabnya bukan dari sisi akademis tetapi lebih ke non akademis.
"Padahal banyak faktor non akademis yang berpengaruh ke flow skripsi kalian," ucap beliau.
Menurut dosen tersebut, faktor non akademis itu seperti masalah keluarga, finansial, mental illness, depresi, anxiety, dan lainnya. Beliau memahami setiap mahasiswa punya perjuangan masing-masing untuk menyelesaikan skripsi.
Pesan menyentuh dari dosen
Beliau merasa tidak kejam namun meminta mahasiswa bimbingannya untuk dewasa dan bertanggungjawab.
"Selesaikan apa yang kalian mulai, atur waktu sebisa kalian. Selesaikan masalah non akademisnya satu-satu. Skripsi belakangan enggak apa-apa. Just let me know apa susahnya," pesan dosen ini.
Beliau mengatakan tidak akan pernah meninggalkan mahasiswa bimbingannya. Namun beliau berpendapat terkadang mahasiswanya sendiri yang memilih tidak berani menyelesaikan skripsi mereka.
Dosen itu menjelaskan apabila tidak perlu skripsi yang sempurna. Apapun hasilnya beliau dan mahasiswa adalah tim. Jika ada kesalahan bisa memperbaiki skripsi bersama-sama.
"Dijadikan sebisa-bisanya. Jelek? Tipis? Awut-awutan? Enggak apa-apa. Kita satu tim, saya bukan musuhmu, saya partnermu. Kita perbaiki sama-sama. Bisa ya?" terang dosen pada mahasiswa bimbingannya.
Para pengguna Twitter yang membaca cuitan pesan dosen itu memberikan respon postitif.
"Dosenmu bener, yang buat lama skripsi yang terbesar itu rasa malas. Waktu aku skripsi, duh stresnya. Padahal saat itu dospem sangat baik dan orangtua enggak ngepush buat buru-buru lulus. Tapi diri ini saja malas," komentar seorang warganet.
"Dosennya sama-sama pergertian ke anak bimbingannya kayak aku dulu. Semangat ya! Capek istirahat!" ucap yang lain.
"Keren banget dosennya makasih kalimatnya menyadarkanku," sahut lainnya.
"Keren dosbingmu ngab, kata-katanya sungguh dalam," timpal warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3706 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1384 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1316 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1255 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun