Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Dosen Beri Pesan Menyentuh Buat Mahasiswa Bimbingan Skripsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Skripsi merupakan tugas akhir mahasiswa sarjana S1 berupa karya tulis ilmiah. Skripsi berisi hasil penelitian dari suatu fenomena atau masalah yang dibahas sesuai bidang keilmuan.
Proses mengerjakan skripsi bukan hal yang mudah bagi semua mahasiswa. Tak sedikit mahasiswa yang harus berjuang ekstra untuk mengerjakan skripsi mereka.
Ada pesan menyentuh dari seorang dosen kepada mahasiswa bimbingannya tentang skripsi. Pesan menyentuh itu dikirimkan oleh seseorang ke akun Twitter @collegemenfess.
Pesan tersebut seketika viral sejak diunggah beberapa jam lalu Kamis (27/01/2022) telah mendapatkan 12, 4 ribu likes. Dosen ini mengatakan bahwa dirinya tidak melihat mahasiswa yang lambat mengerjakan skripsi hanya karena malas.
Beliau melihat ada faktor penyebab lain yang membuat mahasiswa lambat menyelesaikan skripsi. Penyebabnya bukan dari sisi akademis tetapi lebih ke non akademis.
"Padahal banyak faktor non akademis yang berpengaruh ke flow skripsi kalian," ucap beliau.
Menurut dosen tersebut, faktor non akademis itu seperti masalah keluarga, finansial, mental illness, depresi, anxiety, dan lainnya. Beliau memahami setiap mahasiswa punya perjuangan masing-masing untuk menyelesaikan skripsi.
Pesan menyentuh dari dosen
Beliau merasa tidak kejam namun meminta mahasiswa bimbingannya untuk dewasa dan bertanggungjawab.
"Selesaikan apa yang kalian mulai, atur waktu sebisa kalian. Selesaikan masalah non akademisnya satu-satu. Skripsi belakangan enggak apa-apa. Just let me know apa susahnya," pesan dosen ini.
Beliau mengatakan tidak akan pernah meninggalkan mahasiswa bimbingannya. Namun beliau berpendapat terkadang mahasiswanya sendiri yang memilih tidak berani menyelesaikan skripsi mereka.
Dosen itu menjelaskan apabila tidak perlu skripsi yang sempurna. Apapun hasilnya beliau dan mahasiswa adalah tim. Jika ada kesalahan bisa memperbaiki skripsi bersama-sama.
"Dijadikan sebisa-bisanya. Jelek? Tipis? Awut-awutan? Enggak apa-apa. Kita satu tim, saya bukan musuhmu, saya partnermu. Kita perbaiki sama-sama. Bisa ya?" terang dosen pada mahasiswa bimbingannya.
Para pengguna Twitter yang membaca cuitan pesan dosen itu memberikan respon postitif.
"Dosenmu bener, yang buat lama skripsi yang terbesar itu rasa malas. Waktu aku skripsi, duh stresnya. Padahal saat itu dospem sangat baik dan orangtua enggak ngepush buat buru-buru lulus. Tapi diri ini saja malas," komentar seorang warganet.
"Dosennya sama-sama pergertian ke anak bimbingannya kayak aku dulu. Semangat ya! Capek istirahat!" ucap yang lain.
"Keren banget dosennya makasih kalimatnya menyadarkanku," sahut lainnya.
"Keren dosbingmu ngab, kata-katanya sungguh dalam," timpal warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4462 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2103 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2007 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1638 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1478 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan