Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
BI ajak Masyarakat Bali Optimis KTT G20 Indonesia Ada Dampak Ekonomi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengajak masyarakat di daerah itu untuk optimistis menyambut dampak ekonomi dari penyelenggaraan Keketuaan G20 Indonesia yang rangkaian pertemuan dan kegiatan puncaknya dilaksanakan di Pulau Dewata pada tahun ini.
"Masyarakat Bali harus optimistis dengan dipilihnya Bali sebagai lokasi pertemuan utama, meskipun sudah dua tahun pertumbuhan ekonomi Bali negatif," kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda, di Denpasar, dilansir dari Antara, Kamis, 27 Januari 2022.
Pada 2020, ekonomi Bali terkontraksi sebesar 9,31 persen (yoy) dan berlanjut sampai triwulan III-2021 juga masih terkontraksi 2,91 persen (yoy). Berdasarkan studi yang dilakukan Bank Indonesia, dengan rangkaian kegiatan Keketuaan G20 Indonesia yang diselenggarakan di Provinsi Bali akan dapat menyumbang sekitar 0,14 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Kemudian terhadap nilai tambah bruto sebesar Rp209 miliar, pendapatan sebesar Rp94,6 miliar dan dari sisi tenaga kerja meningkat 1,68 persen. Peningkatan itu, kata Rizki, karena dengan kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk mengikuti KTT G20 di Provinsi Bali serta ditambah dengan para panitia acara yang jumlahnya juga lumayan besar.
"Presidensi G20 akan memberikan dampak bagi sektor perdagangan, jasa transportasi, akomodasi makan dan minum, dan berbagai jasa lainnya," kata Rizki.
Dari sebanyak 157 pertemuan yang dilaksanakan dalam rangkaian Keketuaan G20 Indonesia pada 2022 ini, kata Rizki, mayoritas akan dilaksanakan di Provinsi Bali dan DKI Jakarta. Sedangkan sisanya tersebar di sejumlah provinsi lainnya di Tanah Air.
Ia mencontohkan dari pertemuan FCBD yang pertama pada Desember 2021 yang mengawali rangkaian pertemuan Keketuaan G20 Indonesia telah meningkatkan okupansi hotel di kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
"Okupansi hotel di kawasan ITDC Nusa Dua pada Desember 2021 yang sebelumnya 23,6 persen, meningkat menjadi 46 persen setelah dilaksanakan pertemuan FCBD yang pertama itu," katanya.
Tak hanya itu, kata Rizki, sejumlah kementerian dan lembaga yang telah silih berganti melakukan pertemuan-pertemuan di Bali dan juga melaksanakan program "Bekerja dari Bali". Ia pun kembali mengingatkan agar pelayanan yang diberikan tentunya harus prima dan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.
Seperti halnya para delegasi yang hadir pada acara Desember 2021 itu yang telah memberikan kesan luar biasa terhadap apa yang sudah disiapkan Bali. (Sumber : Medcom.id)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3706 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1384 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1316 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1255 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun