Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tak Ikut Parade, Pembalap Ini Kedapatan Bagi Uang di Mandalika
BERITABALI.COM, NTB.
Sebanyak 20 pembalap yang akan berlaga di Sirkuit Mandalika pada akhir pekan ini, ikut dalam Parade MotoGP yang digelar di Jakarta, Rabu (16/3).
Namun ada juga dari para pembalap ini tak bisa ikut ke Parade MotoGP ke Jakarta. Pembalap ini malah bagi-bagi uang kepada anak-anak penjual gelang di Mandalika.
Adapun 20 pembalap tersebut terdiri dari 16 pembalap kelas MotoGP, dua pembalap kelas Moto2, satu pembalap kelas Moto3 dan satu pembalap Idemitsu Asia Talent Cup.
Sedangkan untuk pembalap yang tidak ikut berpartisipasi dalam parade tersebut terpantau telah berada di Mandalika. Salah satunya adalah pembalap Tim MTA yang berlaga di Moto3, Stefano Nepa justru terpantau sedang asik berinteraksi dengan warga lokal.
Nepa tertangkap kamera sedang berada di konter HP, tetapi uniknya pembalap asal Italia tersebut tidak hanya membeli simcard melainkan untuk berbagi rezeki.
Dalam video yang viral di sosial media, Stefano Nepa terlihat membagikan uang kepada anak-anak yang sedang berjualan gelang di sekitar Mandalika.
Selain Stefano Nepa, mantan pembalap yang sekarang memimpin Tim MTA Italia, Alessandro Tonucci juga terlihat dalam video tersebut. Alessandro Tonucci tampak antusias membagikan uang kepada para penjaja gelang tersebut.
Sementara itu, Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP bertajuk Grand Prix of Indonesia 2022, dimulai Rabu 18 Maret besok, hingga Minggu (20/3).
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan