Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Studi: Vaksin Pfizer-BioNTech Turunkan Resiko Anak Dirawat Inap
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Manfaat vaksinasi bagi kesehatan anak tidak perlu lagi diragukan, termasuk vaksin COVID-19. Penelitian terbaru membuktikan, vaksinasi membantu anak terhindar dari risiko rawat inap.
Dilansir ANTARA Kamis (31/3/2022), anak berusia 5-11 tahun penerima vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech 68 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron di Amerika Serikat dibandingkan dengan anak yang tidak divaksin.
Sedangkan remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.
Risiko lebih serius yang muncul, seperti kebutuhan bantuan pernapasan mekanis atau kematian, hampir 80 persen lebih rendah terjadi pada penerima vaksin di kelompok usia tersebut.
Riset tersebut dilakukan ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan Rumah Sakit Anak Boston dan laporannya diterbitkan di New England Journal of Medicine.
"Infeksi seperti COVID dan infeksi pernapasan memiliki tingkat keparahan yang berbeda," kata peneliti CDC Dr Manish Patel. "Akan tetapi tindakan untuk melawan penyakit parah masih dapat dipertahankan."
Riset itu melibatkan pasien yang divaksin dan yang tidak divaksin dengan dan tanpa infeksi COVID-19 di 31 rumah sakit di 23 negara bagian.
Vaksin bekerja lebih baik melawan varian Delta, yang menyebar tahun lalu. Keampuhan vaksin dalam mencegah rawat inap di kalangan remaja ketika varian Delta dominan mencapai sekitar 93 persen, menurut riset.
Hasil riset CDC lebih baik untuk kelompok usia yang lebih muda dibanding riset dari tim peneliti negara bagian New York yang dipublikasikan pada Februari.
Riset itu menemukan bahwa vaksin mempunyai efikasi sekitar 48 persen untuk mencegah rawat inap pada anak-anak dan 73 persen di kalangan remaja selama Januari 2022.
"Sebagian besar anak-anak yang mengalami penyakit kritis tidak disuntik vaksin," kata Patel. "Dan kami harus mampu mencegahnya dengan tindakan sederhana berupa vaksinasi."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2930 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun