Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Studi: Vaksin Pfizer-BioNTech Turunkan Resiko Anak Dirawat Inap
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Manfaat vaksinasi bagi kesehatan anak tidak perlu lagi diragukan, termasuk vaksin COVID-19. Penelitian terbaru membuktikan, vaksinasi membantu anak terhindar dari risiko rawat inap.
Dilansir ANTARA Kamis (31/3/2022), anak berusia 5-11 tahun penerima vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech 68 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron di Amerika Serikat dibandingkan dengan anak yang tidak divaksin.
Sedangkan remaja berusia 12-18 tahun yang menerima dua dosis vaksin COVID-19 sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena varian Omicron.
Risiko lebih serius yang muncul, seperti kebutuhan bantuan pernapasan mekanis atau kematian, hampir 80 persen lebih rendah terjadi pada penerima vaksin di kelompok usia tersebut.
Riset tersebut dilakukan ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan Rumah Sakit Anak Boston dan laporannya diterbitkan di New England Journal of Medicine.
"Infeksi seperti COVID dan infeksi pernapasan memiliki tingkat keparahan yang berbeda," kata peneliti CDC Dr Manish Patel. "Akan tetapi tindakan untuk melawan penyakit parah masih dapat dipertahankan."
Riset itu melibatkan pasien yang divaksin dan yang tidak divaksin dengan dan tanpa infeksi COVID-19 di 31 rumah sakit di 23 negara bagian.
Vaksin bekerja lebih baik melawan varian Delta, yang menyebar tahun lalu. Keampuhan vaksin dalam mencegah rawat inap di kalangan remaja ketika varian Delta dominan mencapai sekitar 93 persen, menurut riset.
Hasil riset CDC lebih baik untuk kelompok usia yang lebih muda dibanding riset dari tim peneliti negara bagian New York yang dipublikasikan pada Februari.
Riset itu menemukan bahwa vaksin mempunyai efikasi sekitar 48 persen untuk mencegah rawat inap pada anak-anak dan 73 persen di kalangan remaja selama Januari 2022.
"Sebagian besar anak-anak yang mengalami penyakit kritis tidak disuntik vaksin," kata Patel. "Dan kami harus mampu mencegahnya dengan tindakan sederhana berupa vaksinasi."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan