Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 25 Mei 2026
Merasa Terganggu Suara Bangunkan Sahur, Pria Ini Ngamuk
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selama Bulan Ramadan, pengeras suara masjid atau musala yang digunakan untuk membangunkan orang sahur memang hal yang lumrah. Namun nyatanya tak semua warga bisa menerima secara terbuka aksi membangunkan sahur tersebut.
Seperti yang terjadi di wilayah Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau. Seorang warga ngamuk lantaran merasa terganggu dengan suara membangunkan sahur.
Melansir dari akun Instagram @birunyarina, pria berinisial NZ itu mendatangi jamaah Masjid Al-Mu'minim dengan membawa sebuah parang panjang, pada Minggu (10/4/2022) pukul 03:30 wib.
"Pria tersebut tak terima dan merasa terganggu dengan suara toa masjid yang membangunkan warga untuk melaksanakan sahur," ungkap akun tersebut.
Pada video unggahannya itu, pria berisinisal NZ menodong-nodongkan parang di masjis sambil mengamuk. Sempat terjadi cekcok antara pria tersebut dengan jemaat yang berada di masjid.
Video yang diungagh pada Senin (11/4/2022) tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Harusnya malah senang kalau ada yang bangunin sahur soalnya suka ketiduran," komentar warganet.
"Bukan keganggu kayaknya tapi emang mau ngerusuh, pakai penutup wajan juga soalnya," imbuh warganet lain.
"Jujur paling seneng loh ada yang bangunin karena kalau cuma ngandelin alarm sering kesiangan," tulis warganet di kolom komentar.
"Nah kejadian juga kan," tambah warganet lain.
"Lo kalau enggak mau keganggu pindah aja ke hutan pak," balas warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2101 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1944 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1432 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1317 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah