Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Kinder Joy Terkontaminasi Bakteri Salmonella, Ketahui Bahayanya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menghentikan penjualan produk cokelat KInder Joy dari pasaran. Keputusan penarikan produk Kinder ini menyusul laporan adanya kontaminasi bakteri salmonella dalam produk di Inggris.
"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri salmonella," tulis keterangan resmi BPOM, Senin (11/4/2022).
Dalam hal ini, BPOM mendahulukan prinsip waspada dan hati-hati demi memastikan keamanan makanan. Badan ini juga akan menguji produk secara acak.
Apa bahaya bakteri Salmonella?
Menurut WebMD, Salmonella merupakan jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit terkait makanan. Infeksi dari bakteri ini disebut salmonellosis.
Makanan yang terkontaminasi Salmonella biasanya terlihat, terasa, dan berbau normal. Sehingga cukup sulit untuk mengetahui kontaminasi dari bakteri ini.
Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut dalam waktu 8 hingga 72 jam (3 hari). Namun, terkadang seseorang tidak mengalami gejala.
Berdasarkan laman Mayo Clinic, Diare terkait infeksi Salmonella dapat menyebabkan dehidrasi sehingga memerlukan perhatian medis segera.
Salmonellosis umumnya tidak mengancam jiwa. Tetapi pada kelompok tertentu, seperti bayi, anak kecil, orang lanjut usia, penerima transplantasi, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, dapat mengalami komplikasi berbahaya.
Beberapa komplikasi tersebut berupa:
1. Dehidrasi
Kondisi ini terjadi jika penderita tidak mengganti cairan yang hilang saat diare terus-menerus. Gejalanya meliputi:
- Kurangnya urin yang keluar
- Mulut dan lidah kering
- Mata cekung
- Berkurangnya produksi air mata
2. Bakteremia
Jika infeksi salmonella memasuki aliran darah (bakteremia), bakteri dapat menginfeksi jaringan di seluruh tubuh, seperti:
- Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
- Lapisan jantung atau katup (endokarditis)
- Tulang atau sumsum tulang (osteomielitis)
- Lapisan pembuluh darah, terutama jika pernah menjalani cangkok vaskular
3. Reactive arthritis atau sindrom Reiter
Orang yang menderita salmonella memiliki risiko lebih tinggi terkena reactive arthritis. Biasnaya kondisi ini menyebabkan:
- Iritasi mata
- Buang air kecil menyakitkan
- Sendi yang sakit
(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4436 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2086 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1981 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1623 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1462 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan