Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kinder Joy Terkontaminasi Bakteri Salmonella, Ketahui Bahayanya

Rabu, 13 April 2022, 18:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Kinder Joy Terkontaminasi Bakteri Salmonella, Ketahui Bahayanya

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menghentikan penjualan produk cokelat KInder Joy dari pasaran. Keputusan penarikan produk Kinder ini menyusul laporan adanya kontaminasi bakteri salmonella dalam produk di Inggris.

"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri salmonella," tulis keterangan resmi BPOM, Senin (11/4/2022).

Dalam hal ini, BPOM mendahulukan prinsip waspada dan hati-hati demi memastikan keamanan makanan. Badan ini juga akan menguji produk secara acak.

Apa bahaya bakteri Salmonella?

Menurut WebMD, Salmonella merupakan jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit terkait makanan. Infeksi dari bakteri ini disebut salmonellosis.

Makanan yang terkontaminasi Salmonella biasanya terlihat, terasa, dan berbau normal. Sehingga cukup sulit untuk mengetahui kontaminasi dari bakteri ini.

Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut dalam waktu 8 hingga 72 jam (3 hari). Namun, terkadang seseorang tidak mengalami gejala.

Berdasarkan laman Mayo Clinic, Diare terkait infeksi Salmonella dapat menyebabkan dehidrasi sehingga memerlukan perhatian medis segera.

Salmonellosis umumnya tidak mengancam jiwa. Tetapi pada kelompok tertentu, seperti bayi, anak kecil, orang lanjut usia, penerima transplantasi, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, dapat mengalami komplikasi berbahaya.

Beberapa komplikasi tersebut berupa:

1. Dehidrasi

Kondisi ini terjadi jika penderita tidak mengganti cairan yang hilang saat diare terus-menerus. Gejalanya meliputi:

  • Kurangnya urin yang keluar
  • Mulut dan lidah kering
  • Mata cekung
  • Berkurangnya produksi air mata

2. Bakteremia

Jika infeksi salmonella memasuki aliran darah (bakteremia), bakteri dapat menginfeksi jaringan di seluruh tubuh, seperti:

  • Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Lapisan jantung atau katup (endokarditis)
  • Tulang atau sumsum tulang (osteomielitis)
  • Lapisan pembuluh darah, terutama jika pernah menjalani cangkok vaskular

3. Reactive arthritis atau sindrom Reiter

Orang yang menderita salmonella memiliki risiko lebih tinggi terkena reactive arthritis. Biasnaya kondisi ini menyebabkan:

  • Iritasi mata
  • Buang air kecil menyakitkan
  • Sendi yang sakit

(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami