Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Kinder Joy Terkontaminasi Bakteri Salmonella, Ketahui Bahayanya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menghentikan penjualan produk cokelat KInder Joy dari pasaran. Keputusan penarikan produk Kinder ini menyusul laporan adanya kontaminasi bakteri salmonella dalam produk di Inggris.
"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri salmonella," tulis keterangan resmi BPOM, Senin (11/4/2022).
Dalam hal ini, BPOM mendahulukan prinsip waspada dan hati-hati demi memastikan keamanan makanan. Badan ini juga akan menguji produk secara acak.
Apa bahaya bakteri Salmonella?
Menurut WebMD, Salmonella merupakan jenis bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit terkait makanan. Infeksi dari bakteri ini disebut salmonellosis.
Makanan yang terkontaminasi Salmonella biasanya terlihat, terasa, dan berbau normal. Sehingga cukup sulit untuk mengetahui kontaminasi dari bakteri ini.
Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut dalam waktu 8 hingga 72 jam (3 hari). Namun, terkadang seseorang tidak mengalami gejala.
Berdasarkan laman Mayo Clinic, Diare terkait infeksi Salmonella dapat menyebabkan dehidrasi sehingga memerlukan perhatian medis segera.
Salmonellosis umumnya tidak mengancam jiwa. Tetapi pada kelompok tertentu, seperti bayi, anak kecil, orang lanjut usia, penerima transplantasi, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, dapat mengalami komplikasi berbahaya.
Beberapa komplikasi tersebut berupa:
1. Dehidrasi
Kondisi ini terjadi jika penderita tidak mengganti cairan yang hilang saat diare terus-menerus. Gejalanya meliputi:
- Kurangnya urin yang keluar
- Mulut dan lidah kering
- Mata cekung
- Berkurangnya produksi air mata
2. Bakteremia
Jika infeksi salmonella memasuki aliran darah (bakteremia), bakteri dapat menginfeksi jaringan di seluruh tubuh, seperti:
- Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
- Lapisan jantung atau katup (endokarditis)
- Tulang atau sumsum tulang (osteomielitis)
- Lapisan pembuluh darah, terutama jika pernah menjalani cangkok vaskular
3. Reactive arthritis atau sindrom Reiter
Orang yang menderita salmonella memiliki risiko lebih tinggi terkena reactive arthritis. Biasnaya kondisi ini menyebabkan:
- Iritasi mata
- Buang air kecil menyakitkan
- Sendi yang sakit
(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2046 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1884 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1395 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1274 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah