Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai
BERITABALI.COM, NTB.
Arpan (9 tahun) bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam di sungai yang berada sekitar tempat tinggalnya, di Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (12/4), ditemukan Tim SAR di dasar sungai dalam kondisi tak bernyawa.
Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH mengatakan, korban tersebut merupakan Arpan (9 tahun), anak laki-laki asal desa setempat yang dilaporkan tenggelam saat bermain di sungai pada hari Selasa (12/4) sekitar pukul 12.20 Wita.
“Ditemukan masih di dasar sungai, pukul 09.20 WITA, sekitar 20 meter dari LKP (lokasi terakhir korban terlihat),” kata Nanang, Rabu (13/4).
Selanjutkan korban dievakuasi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga. Unsur-unsur yang terlibat dalam pencarian antara lain tim rescue Pos SAR Sumbawa, TNI, Polri, BPBD, Dinas Perikanan, Pemadam Kebakaran, warga setempat, dan lainnya.
"Kami terima informasi dari BPBD KSB, kejadiannya sekitar pukul 12.20 WITA, saat korban bermain bersama teman-temannya," kata Nanang.
Menindak lanjuti laporan yang diterima, tim rescue Pos SAR Sumbawa diberangkatkan ke lokasi. Bersama dengan unsur dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Perikanan, warga setempat, dan lainnya melakukan penyisiran sungai dan penyelaman di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (LKP).
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3702 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1380 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1312 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun