Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
TikTok Rilis Effect House, Pengguna Bisa Bikin Efek AR Sendiri
BERITABALI.COM, DUNIA.
TikTok meluncurkan Effect House beta ke lebih banyak penggunanya di seluruh dunia.
Ini adalah sebuah alat yang dirancang untuk mengembangkan efek augmented reality (AR).
Sebenarnya, alat ini sudah dirilis dalam uji beta tertutup pada musim gugur lalu.
Kini Effect House ini sudah bisa diakses lebih terbuka untuk semua kreator, desainer, dan developer dari seluruh dunia.
"Efek kreatif ini memberdayakan kreator konten untuk mengekspresikan diri, menghibur, dan berbagi cerita melalui format menarik dan imersif," ujar TikTok, dikutip dari The Verge, Kamis (14/4/2022).
TikTok mengatakan, efek AR yang bisa dikreasikan ini tetap berlandaskan pendoman tertentu agar disetujui dan bisa dipakai.
TikTok akan melarang efek AR yang berisi rasisme berdasarkan warna kulit atau stereotip negatif ke kelompok yang dilindungi.
Efek yang mempromosikan operasi wajah juga dilarang, seperti filler bibir.
Efek seperti Green Screen saat ini menjadi yang terpopuler di konten TikTok.
Banyak kreator yang membuat videonya dengan efek tersebut dan menjadi bagian dari tren.
TikTok mengungkap kalau ada lebih dari 1,5 miliar video yang menggunakan efek, dan telah ditonton lebih dari 600 miliar kali secara global.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3701 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1379 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1310 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1094 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun