Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
Arti Penghargaan Padma Negara yang Diterima KSAD Dudung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman menerima penghargaan Kstaria Padma Negara dari Puri Ageng Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, pada Kamis siang (14/4).
Arti dari penghargaan itu adalah Ksatria Pelopor Pelindung Negeri. Penghargaan dilakukan di Balai Kambang, areal Taman Yasa.
Sejumlah pihak hadir saat upacara penghargaan. Yakni Panglingsir Puri Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Kakarsana dan pendeta Puri, Ida Pedanda Putra Kekeran. Pendeta Puri menyatakan penganugerahan telah melewati penilaian dan musyawarah di Puri.
“Dari penilaian kami, bapak Kasad layak diberi anugerah Ksatria Padma Negara karena beliau sebagai pemimpin Angkatan Darat yang memiliki ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Menerima penghargaan, Jenderal Dudung berjanji akan bertanggung jawab dalam memimpin Angkatan Darat.
“Semoga saya dalam memimpin Angkatan Darat selalu mengedepankan kehormatan negara adalah segala-galanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga dari berbagai ancaman,” tutupnya.
Acara penganugerahan itu juga dihadiri raja-raja seluruh Bali; Danpuspomad; Aster Kasad; Danrem 163/Wira Satya; Dandim 1616/Gianyar; Kajati Bali; dan Kajari Gianyar.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3701 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1379 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1310 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1094 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun