Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 1 September 2026
Arti Penghargaan Padma Negara yang Diterima KSAD Dudung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman menerima penghargaan Kstaria Padma Negara dari Puri Ageng Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, pada Kamis siang (14/4).
Arti dari penghargaan itu adalah Ksatria Pelopor Pelindung Negeri. Penghargaan dilakukan di Balai Kambang, areal Taman Yasa.
Sejumlah pihak hadir saat upacara penghargaan. Yakni Panglingsir Puri Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Kakarsana dan pendeta Puri, Ida Pedanda Putra Kekeran. Pendeta Puri menyatakan penganugerahan telah melewati penilaian dan musyawarah di Puri.
“Dari penilaian kami, bapak Kasad layak diberi anugerah Ksatria Padma Negara karena beliau sebagai pemimpin Angkatan Darat yang memiliki ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Menerima penghargaan, Jenderal Dudung berjanji akan bertanggung jawab dalam memimpin Angkatan Darat.
“Semoga saya dalam memimpin Angkatan Darat selalu mengedepankan kehormatan negara adalah segala-galanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga dari berbagai ancaman,” tutupnya.
Acara penganugerahan itu juga dihadiri raja-raja seluruh Bali; Danpuspomad; Aster Kasad; Danrem 163/Wira Satya; Dandim 1616/Gianyar; Kajati Bali; dan Kajari Gianyar.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Dibaca: 96 Kali
Lomba Layang-layang Jembrana Disorot, Bupati Kembang Kecewa
Dibaca: 90 Kali
Panahan Buleleng Raih 5 Emas di Kejurprov Bali
Dibaca: 90 Kali
Benih Kerapu Bali Makin Laris, Ekspor Tembus Rp6,4 Miliar
Dibaca: 82 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman